Peran
itu dilakukan nelalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai
salah satu kewajiban dosen dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Pengabdian
kepada masyarakat diwujudkan dengan program pemberdayaan keluarga
tangguh melalui pelatihan pola asuh Balita cegah stunting dan
pertolongan pertama psikoligis (Psykological First Aid).
Kegiatan
ini dipusatkan di aula Desa Daha Elu, Kabupaten Sumba Tengah pada
Selasa (28/7/2026) yang dibuka dan ditutup oleh kepala desa Daha Elu,
Ferdy Umbu Ndadung.
Ada
50 orang peserta dilibatkan dalam kegiatan sejak pagi hingga petang
terdiri dari orangtua/pengasuh dengan anak balita, kader posyandu,
relawan desa, dan aparat desa setempat dan unsur masyarakat yang
berperan mendukung tumbuh kembang anak dan ketahanan keluarga.
Ketua
tim, Dian Lestari Anakaka, S.Psi., M.Psi., Psikolog menyampaikan bahwa
periode usia 0–6 tahun (golden age) pada anak merupakan masa emas
perkembangan otak anak yang membutuhkan stimulasi tepat agar aspek
motorik, bahasa, sosial, dan emosional berkembang optimal.
Pola
asuh yang responsif terbukti berkontribusi terhadap penurunan risiko
stunting serta mendukung optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan
balita.
Disebutkan bahwa
data Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Tengah menunjukkan jumlah Balita
yang mengalami stunting dari 539 kasus pada tahun 2023 menjadi 995 kasus
pada tahun 2025.
Hasil
identifikasi masalah yang dilakukan oleh LPPM UNDANA pada tahun 2026 di
Desa Daha Elu menunjukkan bahwa keluarga masih memiliki pemahaman
terbatas mengenai pola asuh berbasis stimulasi.
Disisi
lain, masyarakat juga menghadapi berbagai tekanan sosial dan lingkungan
seperti kekeringan, keterbatasan ekonomi, serta bencana yang berpotensi
memengaruhi kondisi psikologis keluarga.
Namun,
kondisi tersebut belum diimbangi dengan kapasitas yang memadai dalam
memberikan pertolongan pertama psikologis Psychological First
Aid/PFA.
Untuk itu
dilakukan terobosan melalui pelatihan utama pola asuh dan stimulasi
dasar balita, dan pertolongan pertama psikologis (Psychological First
Aid/PFA).
Pelatihan
digelar untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dan pengasuh mengenai
tahapan tumbuh kembang balita dan pentingnya stimulasi pada masa golden
age.
Meningkatkan keterampilan praktis keluarga dalam memberikan stimulasi dasar sehari-hari sesuai usia anak.
Meningkatkan
pemahaman dan kapasitas masyarakat dalam memberikan dukungan psikologis
awal (PFA) kepada anggota keluarga atau warga yang mengalami tekanan
emosional.
Membentuk kader keluarga tangguh di tingkat desa yang mampu menjadi fasilitator lokal dan penggerak edukasi berkelanjutan.
Kegiatan
dilaksanakan di aula Desa Daha Elu, Kabupaten Sumba Tengah melibatkan
dua orang dosen dan sembilan orang mahasiswa Undana pada Selasa, 28 Juli
2026.
Sesi 1 menyajikan
materi tentang memahami tumbuh kembang Balita dan pola Alasuh responsif
cegah stunting-stimulasi dengan metode ceramah interaktif serta diskusi
oleh fasilitator 1, Dian Lestari Anakaka, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Sesi 2 mengenai praktik stimulasi dasar.
Demonstrasi, praktik langsung dengan fasilitator 1, Dian Lestari Anakaka, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Sebagai
ketua tim peneliti, Dian Lestari Anakaka, S.Psi., M.Psi., Psikolog
menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rektor Universitas Nusa
Cendana, LPPM Universitas Nusa Cendana, Pemerintah Kabupaten Sumba
Tengah, khususnya Bupati Sumba Tengah, Pemerintah Desa Daha Elu, serta
seluruh masyarakat Desa Daha Elu atas dukungan, kepercayaan, dan
kolaborasi yang luar biasa dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini.
"Sinergi
antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat menjadi fondasi
penting dalam menghadirkan solusi yang berbasis kebutuhan nyata
masyarakat, mulai dari penguatan pola asuh responsif hingga peningkatan
kapasitas Pertolongan Pertama Psikologis (Psychological First Aid/PFA),"
ujarnya.
Pihaknya
berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai program sesaat, tetapi
menjadi awal lahirnya keluarga-keluarga yang lebih tangguh, sehat, dan
berdaya, sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Universitas Nusa Cendana
sebagai World Class–Locally Relevant University, yang menghasilkan ilmu
pengetahuan bertaraf global dengan dampak yang dirasakan langsung oleh
masyarakat.
Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan hingga tuntas dengan terlibat aktif dalam diskusi.