Sabtu, 15 Agustus 2026

Cuaca Ekstrim Hingga Suhu 7 Derajat Diduga Picu Kematian Mendadak Puluhan Sapi Milik Warga TTS

Imanuel Lodja - Kamis, 30 Juli 2026 07:15 WIB
Cuaca Ekstrim Hingga Suhu 7 Derajat Diduga Picu Kematian Mendadak Puluhan Sapi Milik Warga TTS
Ternak sapi milik warga di Kabupaten TTS mati mendadak karena cuaca ekstrim

digtara.com - Cuaca ekstrim melanda wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.Dalam dua pekan terakhir, suhu di sebagian besar wilayah Kabupaten TTS berada dibawah 10 derajat celcius.

Baca Juga:

Secara bersamaan puluhan ekor sapi milik warga di dua desa berbeda di Kabupaten TTS ditemukan mati mendadak.

Penyebab sementara diduga kuat akibat cuaca buruk yang disertai hujan lebat serta kabut dingin dengan suhu mencapai tujuh derajat celcius

Cuaca ini melanda wilayah pegunungan dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah Kabupaten TTS melalui Dinas Peternakan turun ke lokasi untuk meninjau langsung dan memberikan penanganan yang diperlukan.

Kematian mendadak puluhan ekor sapi ini menimpa warga Desa Tunua, Kecamatan Mollo Utara dan Desa Fatumnasi, Kecamatan Fatumnasi, Kabupaten TTS.

Baca Juga:
Berdasarkan informasi, kematian ternak ini terjadi secara beruntun sejak cuaca berubah menjadi sangat dingin sejak Minggu, 26 Juli 2026 lalu.

Saat itu kondisi cuaca sangat dingin disertai kabut tebal hingga saat ini.

Suhu udara di kedua wilayah pegunungan tersebut tercatat merosot hingga 7 derajat celcius, kondisi yang sangat ekstrem bagi ternak sapi warga.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Peternakan Kabupaten TTS, Marthen Johanis Banunaek menjelaskan bahwa hingga saat ini laporan yang masuk dari Desa Tunua dan Desa Fatumnasi berjumlah sekitar 59 ekor sapi milik warga yang ditemukan mati mendadak.

Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda penyakit menular atau keracunan.

Indikasi paling kuat adalah akibat kondisi cuaca yang sangat buruk, hujan terus menerus diselimuti kabut dingin dengan suhu menyentuh angka 7 derajat celcius.

Sapi-sapi tersebut tidak kuat menahan hawa dingin, apalagi sebagian besar belum memiliki perlindungan kandang yang layak dari cuaca ekstrem.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Aktivis Lingkungan dan Ormas Dukung Proses Hukum Bagi Pelaku Penganiayaan Satwa di Manggarai Barat

Aktivis Lingkungan dan Ormas Dukung Proses Hukum Bagi Pelaku Penganiayaan Satwa di Manggarai Barat

Sakit Hati Sering Direndahkan Jadi Alasan Siswa SMK Pelayaran Lasiana Tikam Gurunya

Sakit Hati Sering Direndahkan Jadi Alasan Siswa SMK Pelayaran Lasiana Tikam Gurunya

Bawa Kabur Uang Wisatawan, Calo Trip di Manggarai Barat Diamankan Polisi

Bawa Kabur Uang Wisatawan, Calo Trip di Manggarai Barat Diamankan Polisi

Dua Wartawan di Manggarai Barat Ditahan Terkait Kasus Penganiayaan

Dua Wartawan di Manggarai Barat Ditahan Terkait Kasus Penganiayaan

Guru SMK Pelayaran Kupang Diduga Ditikam Siswa Saat Tidur

Guru SMK Pelayaran Kupang Diduga Ditikam Siswa Saat Tidur

Polairud Polda NTT Salurkan Ribuan Liter Air Bersih Bagi Warga di Pulau Kera

Polairud Polda NTT Salurkan Ribuan Liter Air Bersih Bagi Warga di Pulau Kera

Komentar
Berita Terbaru