Cuaca Ekstrim Hingga Suhu 7 Derajat Diduga Picu Kematian Mendadak Puluhan Sapi Milik Warga TTS
digtara.com - Cuaca ekstrim melanda wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.Dalam dua pekan terakhir, suhu di sebagian besar wilayah Kabupaten TTS berada dibawah 10 derajat celcius.
Baca Juga:
Penyebab sementara diduga kuat akibat cuaca buruk yang disertai hujan lebat serta kabut dingin dengan suhu mencapai tujuh derajat celcius
Cuaca ini melanda wilayah pegunungan dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintah Kabupaten TTS melalui Dinas Peternakan turun ke lokasi untuk meninjau langsung dan memberikan penanganan yang diperlukan.
Kematian mendadak puluhan ekor sapi ini menimpa warga Desa Tunua, Kecamatan Mollo Utara dan Desa Fatumnasi, Kecamatan Fatumnasi, Kabupaten TTS.
Baca Juga:Berdasarkan informasi, kematian ternak ini terjadi secara beruntun sejak cuaca berubah menjadi sangat dingin sejak Minggu, 26 Juli 2026 lalu.
Saat itu kondisi cuaca sangat dingin disertai kabut tebal hingga saat ini.
Suhu udara di kedua wilayah pegunungan tersebut tercatat merosot hingga 7 derajat celcius, kondisi yang sangat ekstrem bagi ternak sapi warga.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Peternakan Kabupaten TTS, Marthen Johanis Banunaek menjelaskan bahwa hingga saat ini laporan yang masuk dari Desa Tunua dan Desa Fatumnasi berjumlah sekitar 59 ekor sapi milik warga yang ditemukan mati mendadak.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda penyakit menular atau keracunan.
Sapi-sapi tersebut tidak kuat menahan hawa dingin, apalagi sebagian besar belum memiliki perlindungan kandang yang layak dari cuaca ekstrem.
Aktivis Lingkungan dan Ormas Dukung Proses Hukum Bagi Pelaku Penganiayaan Satwa di Manggarai Barat
Sakit Hati Sering Direndahkan Jadi Alasan Siswa SMK Pelayaran Lasiana Tikam Gurunya
Bawa Kabur Uang Wisatawan, Calo Trip di Manggarai Barat Diamankan Polisi
Dua Wartawan di Manggarai Barat Ditahan Terkait Kasus Penganiayaan
Guru SMK Pelayaran Kupang Diduga Ditikam Siswa Saat Tidur