ARab Saudi Diserang, Harga Minyak Dunia Melonjak 2,77 Persen, Brent Nyaris Tembus US$108 per Barel
digtara.com -Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2 persen pada perdagangan Senin (14/9/2026). Kenaikan tersebut mendorong harga minyak mentah Brent mendekati level US$108 per barel di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga:
Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) menguat US$2,27 atau 2,27 persen ke level US$102,32 per barel. Pada awal perdagangan, harga minyak bahkan sempat melonjak lebih dari 3 persen.
Kenaikan tersebut melanjutkan penguatan harga minyak dalam sepekan terakhir yang mencapai sekitar 8 persen. Harga minyak kini kembali berada di atas US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli.
Serangan Houthi Picu Kekhawatiran Pasokan Minyak
Lonjakan harga minyak dunia dipicu meningkatnya serangan kelompok Houthi di Arab Saudi serta serangan terhadap kapal-kapal di kawasan Teluk.Media pemerintah Arab Saudi pada Minggu merilis rekaman kerusakan permukiman warga dan sebuah masjid di Provinsi Jazan akibat serangan Houthi. Kelompok Houthi juga mengklaim telah menyerang basis militer Arab Saudi di provinsi tetangga.
Baca Juga:Gangguan keamanan turut terjadi di jalur pelayaran strategis. Badan Keamanan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan sebuah kapal di Selat Hormuz terkena proyektil hingga mengalami kebakaran dan memaksa awak kapal melakukan evakuasi.
Pemerintah Iran juga melaporkan satu orang tewas dan empat awak terluka setelah sebuah kapal komersial mereka diserang di lepas pantai.
Pipa Minyak Arab Saudi Tutup, Pasokan Global Terancam
Pasar energi sebelumnya sudah mengantisipasi kenaikan harga setelah pipa minyak utama Arab Saudi, East-West Pipeline, ditutup pada Jumat lalu akibat serangan drone yang disebut berasal dari Irak.Penutupan jalur tersebut menjadi perhatian karena East-West Pipeline merupakan jalur alternatif Arab Saudi untuk mengirimkan minyak tanpa melewati Selat Hormuz.
Hilangnya kapasitas pipa tersebut disebut berpotensi mengganggu hingga 4 persen pasokan minyak global.
Dalam beberapa bulan terakhir, jalur tersebut disebut menjadi rute bagi sekitar 4 hingga 5 persen pasokan minyak dunia.
Harga Minyak Berpeluang Menuju US$119 per Barel
Analis Pasar IG Tony Sycamore menilai risiko kenaikan harga minyak masih terbuka dalam waktu dekat.Menurut dia, harga minyak berpotensi terus naik apabila tidak ada perkembangan positif dalam perundingan keamanan kawasan atau pemulihan operasional East-West Pipeline.
"Kecuali perundingan pekan ini di Oman menghasilkan kesepakatan operasional atau pipa East-West dapat segera beroperasi kembali, risiko harga minyak mentah untuk terus merangkak naik menuju level tertinggi awal Maret di kisaran 119,48 dolar AS per barel masih sangat terbuka," ujar Sycamore.
Baca Juga:Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar masih mencermati kemungkinan harga Brent bergerak menuju level US$119,48 per barel, yang menjadi salah satu level tertinggi pada awal Maret.
AS Serang Iran Lagi, Harga Minyak Melambung di Atas USD 90 per Barel
Seleksi PPIH Arab Saudi 2027 Resmi Dibuka, Tekankan Integritas dan Profesionalisme
Kemenhaj Buka Seleksi PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan 2027. Simak jadwalnya!
IHSG Ambles Tiga Hari Beruntun, Analis Ungkap Penyebab dan Proyeksi Pergerakan Pekan Depan
Ahsan Fauzi, Anggota MCH PPIH 2026: Tugasku Ibadahku