Sabtu, 17 Oktober 2026

AS Serang Iran Lagi, Harga Minyak Melambung di Atas USD 90 per Barel

Arie - Senin, 31 Agustus 2026 11:25 WIB
AS Serang Iran Lagi, Harga Minyak Melambung di Atas USD 90 per Barel
ARSIP-Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Senin (20/7/2026) waktu setempat, memicu eskalasi baru di Timur Tengah. [NY Post]

digtara.com - Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2% pada perdagangan Senin setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap fasilitas rudal Iran di Pulau Larak.

Baca Juga:

Serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi dari Timur Tengah, terutama karena Pulau Larak berada di kawasan strategis dekat Selat Hormuz.

Kenaikan harga minyak membuat kontrak berjangka minyak mentah Brent kembali menembus level psikologis USD 90 per barel.

Harga Minyak Brent dan WTI Naik

Harga minyak mentah Brent tercatat melonjak USD 2,22 atau 2,52% menjadi USD 90,32 per barel pada pukul 22.02 GMT.

Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI), yang menjadi salah satu acuan harga minyak Amerika Serikat, naik USD 2,01 atau 2,41% menjadi USD 85,41 per barel.

Lonjakan harga tersebut menunjukkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap keamanan jalur perdagangan minyak dunia di tengah eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran.

Baca Juga:

Pasar energi langsung merespons perkembangan geopolitik tersebut karena setiap gangguan terhadap jalur pelayaran di kawasan Teluk Persia berpotensi memengaruhi pasokan minyak global.

AS Serang Fasilitas Rudal Iran

Militer Amerika Serikat mengonfirmasi serangan udara terhadap dua fasilitas peluncur rudal milik Iran di Pulau Larak pada Minggu.

Serangan tersebut menjadi salah satu eskalasi militer terbaru dalam konflik AS dan Iran yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

Pejabat militer AS menyebut tindakan tersebut dilakukan setelah pasukan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran terpantau bersiap meluncurkan roket yang dilengkapi ranjau laut ke perairan Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis bagi perdagangan energi dunia. Gangguan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan tersebut dapat meningkatkan risiko terhadap distribusi minyak mentah global.

Iran Siapkan Balasan

Serangan AS terhadap fasilitas militer Iran juga meningkatkan risiko terjadinya aksi balasan.

Media pemerintah Iran melaporkan serangan drone AS di Pulau Larak menyebabkan korban jiwa dan korban luka, baik dari kalangan prajurit maupun warga sipil.

Pengawal Revolusi Iran kemudian menyatakan akan melakukan aksi balasan terhadap tindakan militer Amerika Serikat.

Baca Juga:

Perkembangan tersebut menjadi perhatian utama pasar karena eskalasi konflik berpotensi meningkatkan risiko gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru