Polres Manggarai Barat Intensifkan Pengamanan Pasca Bentrok Warga
Imanuel Lodja - Kamis, 30 Juli 2026 12:05 WIB
ist
Polres Manggarai Barat Intensifkan Pengamanan Pasca Bentrok Warga
digtara.com - Polres Manggarai Barat melakukan pengamanan dan pencegahan pasca bentrokan antara warga Kampung Rareng dan Kampung Mbehal yang terjadi di kawasan Lengko Warang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (29/7/2026).
Baca Juga:
- Kasus Pencemaran Nama Baik di Media Sosial Oleh Mahasiswa di Kupang Diselesaikan Secara Damai
- Dua Kali Mangkir Dari Panggilan Polisi dan Tinggal Berpindah-pindah, IRT Tersangka TPPO di Kupang Diamankan Polisi
- Tidak Ada Penerbangan Komersil, Pesawat Cassa Polri Antar Jenazah Korban Penembakan KKB Papua ke Sikka
Kapolres
Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang menerjunkan personel kepolisian
ke lokasi untuk mengamankan situasi sekaligus mencegah terjadinya aksi
susulan yang dapat memperkeruh keadaan.
"Personel
Polres Manggarai Barat saat ini masih berada di lapangan untuk
melakukan pengamanan, penggalangan, penyisiran serta memberikan imbauan
kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu
konflik lanjutan," ujar AKBP Christian Kadang pada Rabu malam.
Baca Juga:
Bentrokan
terjadi pada Rabu pagi dipicu sengketa lahan di wilayah Lengko Warang
yang selama ini menjadi objek perselisihan antara warga kedua kampung.
Saat kejadian, puluhan warga dari Kampung Rareng berada di lokasi sengketa.
Tidak
lama kemudian, sejumlah warga dari Kampung Mbehal datang menggunakan
kendaraan pikap sehingga terjadi aksi saling lempar antara kedua
kelompok.
Baca Juga:
Dalam insiden
tersebut, warga Mbehal kemudian mundur dan meninggalkan satu unit
kendaraan di lokasi. Kendaraan tersebut selanjutnya dibakar oleh massa
dari pihak lawan.
Kapolres
menjelaskan bahwa sengketa lahan di Lengko Warang telah berlangsung
cukup lama dan berbagai upaya penyelesaian secara damai telah beberapa
kali dilakukan.
Namun hingga saat ini belum tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak.
Baca Juga:
"Pemerintah
bersama unsur terkait dan kepolisian telah berupaya memfasilitasi
penyelesaian persoalan ini. Bahkan sudah diarahkan agar penyelesaian
dilakukan melalui jalur hukum dan pengadilan, namun hingga kini kedua
pihak belum menunjukkan kesediaan untuk menempuh mekanisme tersebut,"
jelasnya.
Untuk
mengantisipasi eskalasi konflik, Polres Manggarai Barat terus melakukan
pendekatan persuasif kepada tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama,
serta para pihak yang terlibat agar mengedepankan dialog dan
penyelesaian secara damai.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kasus Pencemaran Nama Baik di Media Sosial Oleh Mahasiswa di Kupang Diselesaikan Secara Damai
Dua Kali Mangkir Dari Panggilan Polisi dan Tinggal Berpindah-pindah, IRT Tersangka TPPO di Kupang Diamankan Polisi
Tidak Ada Penerbangan Komersil, Pesawat Cassa Polri Antar Jenazah Korban Penembakan KKB Papua ke Sikka
Pulang Pesta dan Tabrak Trotoar, Wartawan di Kabupaten TTU Meninggal Dunia
Gagal Bertemu Anak, Pria di Kupang Bacok Mantan Istri Siri dan Anaknya
Berniat Minta Klarifikasi Hubungan Suami Dengan Wanita Lain, IRT Di Kupang Malah Dibacok Parang Oleh Diduga Selingkuhan Suami
Komentar
Berita Terbaru
Dua Pelaku Pencurian Kabel Gardu PLN di Sikka-NTT Diamankan Polisi
Polsek Binjai Barat Bantah Ada Aktivitas Judi di Limau Mungkur: Sudah Kami Cek, Tak Ada Aktivitas
Kapolda NTT Salurkan Bantuan untuk 9 Keluarga TNI AD Terdampak Kebakaran Asrama Kuanino
ARab Saudi Diserang, Harga Minyak Dunia Melonjak 2,77 Persen, Brent Nyaris Tembus US$108 per Barel
Kabur ke Kabupaten Tetangga, Mahasiswa Pelaku Pencuriaan Dengan Pemberatan di Malaka Diamankan di Kabupaten TTU
IHSG Hari Ini Diprediksi Volatil di Level 6.450-6.700, Simak Rekomendasi Saham
Kasus Pencemaran Nama Baik di Media Sosial Oleh Mahasiswa di Kupang Diselesaikan Secara Damai