Senin, 27 April 2026

Diterjang Angin Puting Beliung, Bocah di Kupang Terhempas Bersama Puing-puing Rumah

Imanuel Lodja - Senin, 26 Januari 2026 12:20 WIB
Diterjang Angin Puting Beliung, Bocah di Kupang Terhempas Bersama Puing-puing Rumah
ist
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma saat mendatangi lokasi bencana alam di Kelurahan Belo

digtara.com -Sabtu (24/1/2026) tengah malam, suasana sunyi terasa di RT 02/RW 01, Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Baca Juga:

Namun keheningan malam bagi warga yang rata-rata sudah pulas dalam tidur terusik dengan angin puting beliung datang secara tiba-tiba.

Angin kencang menyeret rumah-rumah warga, dan hampir merenggut nyawa seorang bocah perempuan berusia sembilan tahun, Stela Amsele.

Stela masih diliputi trauma. Ia adalah saksi hidup bagaimana dalam hitungan detik, angin kencang menghempaskan Stela bersama puing-puing rumah sejauh kurang lebih 7 meter ke dalam semak-semak.

Baca Juga:
Malam itu juga menjadi ujian hidup dan mati bagi Stela, dua adiknya, Edwin Amsele (7) dan Irwan Amsele (2), serta sang ibu, Litwina Pakae (40).

Tanpa kepala keluarga di rumah, Litwina bertarung sendiri melawan amukan alam demi menyelamatkan ketiga anaknya.

Suaminya telah dua tahun merantau ke Kalimantan, meninggalkan Litwina membesarkan anak-anak seorang diri.

Suara gemuruh angin bercampur bunyi gesekan kabel dan tower listrik yang berdiri tepat di samping rumah membuat Litwina siaga.

Tak lama, listrik padam. Gelap menyelimuti rumah sempit itu. Angin semakin kencang.

"Kondisi saat itu gelap. Angin mulai kencang jadi kami bangun semua," tutur Litwina mengenang malam mengerikan tersebut.

Baca Juga:
Ia memerintahkan Edwin berlindung di bawah kolong tempat tidur. Dengan satu tangan, Litwina memeluk erat Irwan yang masih balita.

Sementara Stela, anak sulungnya, berusaha membantu mendorong pintu rumah agar tak jebol diterjang angin.

Namun alam terlalu kuat. Dalam waktu sekejap, atap rumah mereka terangkat dan raib entah kemana.

Angin menerobos masuk, menghempaskan apa saja yang dilaluinya.

"Kejadiannya sangat cepat dan tiba-tiba sekali kami sudah di luar. Rumah tidak ada lagi," ujar Litwina.

Kepanikan mencapai puncaknya. Di tengah gelap, dan angin, Litwina menyadari satu hal Stela tidak ada di dekatnya.

Baca Juga:
"Stela! Stela! Stela!" teriaknya berulang kali, menantang bising angin malam.

Panggilan itu akhirnya terjawab. Suara lirih dari arah semak-semak sekitar 7 meter dari rumah yang telah hancur. "Iya mama," jawab Stela.

Ternyata Stela terhempas bersama puing-puing rumah. Bocah sembilan tahun itu masih memegang pintu ketika angin kencang mengangkatnya dan melemparkannya ke arah hutan kecil di sekitar permukiman.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Gara-gara Kambing, Warga di Kupang Terluka Dibacok Rekannya

Gara-gara Kambing, Warga di Kupang Terluka Dibacok Rekannya

Wali Kota Kupang Respons Penggerebekan Dua Lurah, Tegaskan Sanksi Disiplin ASN

Wali Kota Kupang Respons Penggerebekan Dua Lurah, Tegaskan Sanksi Disiplin ASN

Operasi Ketupat Turangga 2026 di Kota Kupang Zero Korban Meninggal Dunia dan Luka Berat

Operasi Ketupat Turangga 2026 di Kota Kupang Zero Korban Meninggal Dunia dan Luka Berat

Dukung Pembangunan Rumah Pastori II GMIT Hosana Sungkaen, Walikota Kupang Bantu Rp 50 juta

Dukung Pembangunan Rumah Pastori II GMIT Hosana Sungkaen, Walikota Kupang Bantu Rp 50 juta

Aniaya Pasangan Berujung Laporan Pidana, Polisi Selesaikan Secara Damai

Aniaya Pasangan Berujung Laporan Pidana, Polisi Selesaikan Secara Damai

Gereja Yegar Sahaduta Belo Rusak Parah Diterjang Angin, Ibadah Minggu Bakal Digelar Dibawah Tenda

Gereja Yegar Sahaduta Belo Rusak Parah Diterjang Angin, Ibadah Minggu Bakal Digelar Dibawah Tenda

Komentar
Berita Terbaru