Selasa, 21 Juli 2026

Peserta Seleksi Akpol Protes Hasil Rikkes, Polda NTT Pastikan Hasil Pemeriksaan Profesional Dan Sesuai Ketentuan

Imanuel Lodja - Senin, 20 Juli 2026 13:00 WIB
Peserta Seleksi Akpol Protes Hasil Rikkes, Polda NTT Pastikan Hasil Pemeriksaan Profesional Dan Sesuai Ketentuan
dok
Mapolda NTT.

digtara.com - Nathasya Olivia Bessie, salah satu peserta penerimaan Polri untuk jalur Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2026 sempat mengajukan keberatan dan protes terhadap hasil pemeriksaan kesehatan (Rikkes) tahap I.

Baca Juga:

Nathasya yang sudah tiga kali mengikuti seleksi di Panda Polda NTT dinyatakan gugur dengan kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS) pada tahap Rikkes I.

Keberatan disampaikan lewat pengaduan masyarakat (Dumas) yang diajukan oleh advokat Yusak Langga terkait hasil seleksi salah seorang peserta calon Taruni Akpol.

Baca Juga:

Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) pun menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 di tingkat Panitia Daerah (Panda) telah dilaksanakan secara profesional, transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Klarifikasi berlangsung di ruang Vicon Lantai II Polda NTT, Jumat (17/7/2026), dipimpin Auditor Kepolisian Madya (AKM) Tingkat III Itwasda Polda NTT Kombes Pol. F.X. Irwan Arianto.

Hadir pula Kabid Hukum Polda NTT, Kabiddokkes, perwakilan Biro SDM, Bidpropam, tim dokter spesialis gigi, pihak pengadu, mantan calon taruni beserta orang tua.

Baca Juga:

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra mengatakan, klarifikasi tersebut merupakan bentuk keterbukaan Polda NTT menindaklanjuti pengaduan masyarakat sekaligus memastikan seluruh tahapan rekrutmen anggota Polri berjalan sesuai prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).

"Polda NTT berkomitmen memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan pengaduan maupun keberatan terhadap proses seleksi. Seluruh laporan akan ditindaklanjuti secara profesional, objektif, dan berdasarkan fakta serta ketentuan yang berlaku. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami menjaga integritas proses rekrutmen anggota Polri," ujar Kombes Pol. Henry Novika Chandra.

Dalam forum klarifikasi, Biro SDM Polda NTT memaparkan rekam jejak peserta atas nama Nathasya Olivia Bessie, yang diketahui telah mengikuti seleksi Taruni Akpol sebanyak tiga kali.

Baca Juga:
Pada seleksi Tahun Anggaran 2024, yang bersangkutan dinyatakan TMS pada sidang akhir tingkat Panda Polda NTT karena kalah peringkat kuota.

Pada Tahun Anggaran 2025, peserta kembali dinyatakan TMS pada Uji Kemampuan Jasmani akibat memperoleh nilai nol pada materi chinning.

Sementara pada Tahun Anggaran 2026, peserta dinyatakan TMS pada Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap I.

Kabiddokkes Polda NTT melalui tim medis juga menjelaskan bahwa keputusan medis didasarkan pada pemeriksaan klinis yang terukur.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru