Antisipasi Kecelakaan Laut, Polres Manggarai Barat Sebarkan Himbauan Dalam Dua Bahasa
digtara.com -Aparat keamanan dari Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat Pam Obvit) Polres Manggarai Barat mengambil langkah guna mengantisipasi berulangnya kecelakaan wisata di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga:
- Satlantas Polres Ngada Pulihkan Mental Anak Sekolah Korban Gempa Lewat Trauma Healing
- Bantu Warga Korban Gempa Bumi, Kapolda NTT Beri Penghargaan Pada Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah Dan NTB
- Tim Dokkes Polda NTT dan Polres Ngada Home Visit Ke Rumah Warga dan Tenda Pengungsian Tangani Masalah Kesehatan
Akselerasi gerakan preemtif dan preventif ini dipicu oleh keprihatinan mendalam atas insiden laut yang baru-baru ini merenggut nyawa dua orang wisatawan asing saat berenang di salah satu titik perairan Labuan Bajo.
Kampanye keselamatan ini menyasar area-area vital seperti dermaga, pelabuhan wisata, objek wisata pantai, kantor agen perjalanan (travel agent), hingga ruang digital.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang melalui Kasat Pam Obvit Polres Manggarai Barat, Iptu I Komang A. Budiawan menegaskan bahwa jaminan keselamatan dan kenyamanan para wisatawan (Kamwisata) adalah harga mati demi mempertahankan reputasi dunia pariwisata Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).
"Labuan Bajo telah menjadi magnet wisata dunia. Oleh karena itu, keselamatan setiap jiwa yang datang berlibur ke sini adalah prioritas mutlak kami. Langkah preemtif dan preventif ini sengaja kami akselerasi secara agresif pasca-adanya insiden kecelakaan laut kemarin. Kami tidak ingin ada lagi air mata di balik keindahan alam Labuan Bajo. Target kita adalah mewujudkan zero accident," tegas Kasat Pam Obvit pada Jumat (17/7/2026) petang.
Baca Juga:Menyadari keberagaman latar belakang pelancong yang berkunjung, Sat Pam Obvit Polres Manggarai Barat merancang selebaran dan infografis himbauan menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris secara lugas dan mudah dipahami.
Dalam versi bahasa Indonesia, polisi menekankan lima poin penting kepatuhan pelancong saat berada di destinasi wisata.
Pertama, Awasi Anak-Anak Selalu: Mengingat keramaian di lokasi wisata berpotensi memisahkan anak dari orang tua.
Kedua, Jaga Barang Bawaan: Mengamankan dokumen penting, dompet, dan ponsel menggunakan tas yang aman dari kejahatan jalanan.
Ketiga, Patuhi Aturan Wisata: Selalu mengikuti arahan pemandu dan rambu keselamatan setempat.
Satlantas Polres Ngada Pulihkan Mental Anak Sekolah Korban Gempa Lewat Trauma Healing
Bantu Warga Korban Gempa Bumi, Kapolda NTT Beri Penghargaan Pada Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah Dan NTB
Tim Dokkes Polda NTT dan Polres Ngada Home Visit Ke Rumah Warga dan Tenda Pengungsian Tangani Masalah Kesehatan
20 Rumah Anggota Polres Manggarai Rusak Akibat Gempa
Personil Terdampak Gempa Flores Dapat Bantuan Kapolri dan Ketua Umum Bhayangkari