Peserta Seleksi Akpol Protes Hasil Rikkes, Polda NTT Pastikan Hasil Pemeriksaan Profesional Dan Sesuai Ketentuan
Imanuel Lodja - Senin, 20 Juli 2026 13:00 WIB
dok
Mapolda NTT.
digtara.com - Nathasya Olivia Bessie, salah satu peserta penerimaan Polri untuk jalur Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2026 sempat mengajukan keberatan dan protes terhadap hasil pemeriksaan kesehatan (Rikkes) tahap I.
Baca Juga:
Nathasya
yang sudah tiga kali mengikuti seleksi di Panda Polda NTT dinyatakan
gugur dengan kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS) pada tahap Rikkes I.
Keberatan
disampaikan lewat pengaduan masyarakat (Dumas) yang diajukan oleh
advokat Yusak Langga terkait hasil seleksi salah seorang peserta calon
Taruni Akpol.
Baca Juga:
Polda Nusa
Tenggara Timur (NTT) pun menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan
Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 di
tingkat Panitia Daerah (Panda) telah dilaksanakan secara profesional,
transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Klarifikasi
berlangsung di ruang Vicon Lantai II Polda NTT, Jumat (17/7/2026),
dipimpin Auditor Kepolisian Madya (AKM) Tingkat III Itwasda Polda NTT
Kombes Pol. F.X. Irwan Arianto.
Hadir
pula Kabid Hukum Polda NTT, Kabiddokkes, perwakilan Biro SDM,
Bidpropam, tim dokter spesialis gigi, pihak pengadu, mantan calon taruni
beserta orang tua.
Baca Juga:
Kabid
Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra mengatakan,
klarifikasi tersebut merupakan bentuk keterbukaan Polda NTT
menindaklanjuti pengaduan masyarakat sekaligus memastikan seluruh
tahapan rekrutmen anggota Polri berjalan sesuai prinsip BETAH (Bersih,
Transparan, Akuntabel, dan Humanis).
"Polda
NTT berkomitmen memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan
pengaduan maupun keberatan terhadap proses seleksi. Seluruh laporan akan
ditindaklanjuti secara profesional, objektif, dan berdasarkan fakta
serta ketentuan yang berlaku. Hal ini merupakan bagian dari komitmen
kami menjaga integritas proses rekrutmen anggota Polri," ujar Kombes
Pol. Henry Novika Chandra.
Dalam
forum klarifikasi, Biro SDM Polda NTT memaparkan rekam jejak peserta
atas nama Nathasya Olivia Bessie, yang diketahui telah mengikuti seleksi
Taruni Akpol sebanyak tiga kali.
Baca Juga:
Pada
seleksi Tahun Anggaran 2024, yang bersangkutan dinyatakan TMS pada
sidang akhir tingkat Panda Polda NTT karena kalah peringkat kuota.
Pada
Tahun Anggaran 2025, peserta kembali dinyatakan TMS pada Uji Kemampuan
Jasmani akibat memperoleh nilai nol pada materi chinning.
Sementara pada Tahun Anggaran 2026, peserta dinyatakan TMS pada Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap I.
Kabiddokkes Polda NTT melalui tim medis juga menjelaskan bahwa keputusan medis didasarkan pada pemeriksaan klinis yang terukur.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Baca Juga:
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kemenhaj Gandeng BKN Perkuat Transparansi, CAT PPIH 2027 Non Nakes Digelar Serentak 35 Titik Se-Indonesia
Polairud Polda NTT Kerahkan Kapal Antar Bantuan Korban Gempa Ke Wilayah Pulau di Flores
Investor Pariwisata di Sumba Barat Daya Ditipu Makelar Tanah Hingga Rugi Miliaran Rupiah
Dukung Kasus Dokter Icha Diusut Tuntas, Sanggar Suara Perempuan NTT Surati Kapolda NTT
Kemenhaj Himbau Peserta Seleksi PPIH 2027 Tetap Tenang, Verifikasi Terus Berjalan dan CAT Digelar Dua Gelombang
Granat Belasan Tahun Disimpan Dalam Rumah, Warga Malaka Pilih Serahkan ke Polisi
Komentar
Berita Terbaru
Oknum Guru di Sumba Barat Cabuli Sejumlah Pelajar Sekolah Dasar, Polisi Tahan Pelaku dan Buka Posko Pengaduan
Kemenhaj Gandeng BKN Perkuat Transparansi, CAT PPIH 2027 Non Nakes Digelar Serentak 35 Titik Se-Indonesia
Billy Syahputra Makin Berotot, Menang Challenge 30 Hari dan Bawa Pulang Rp25 Juta
Monitor Gaming 1000 Hz Acer Predator XB253Q U1 Resmi Diperkenalkan, Saingi Layar 240 Hz
Polairud Polda NTT Kerahkan Kapal Antar Bantuan Korban Gempa Ke Wilayah Pulau di Flores
Judi Sabung Ayam di Manggarai Timur Dibubarkan Polisi
Lahan di Sumba Timur Terbakar, Polisi Kerahkan Kendaraan Taktis AWC Bantu Proses Pemadaman