Pimpin PERDATIN NTT Periode Kedua, Ketua Siap Perkuat Layanan Anestesi dan Terapi Intensif Hingga Daerah Terpencil
digtara.com -Pengurus Daerah Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2025–2028 resmi dilantik di Kota Kupang, Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga:
Pelantikan tersebut menjadi momentum penguatan komitmen para dokter spesialis anestesi dalam meningkatkan mutu pelayanan perioperatif dan terapi intensif di seluruh wilayah NTT.
Prosesi pelantikan dipimpin oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah NTT, dr. Stefanus Dhe Soka, Sp.B, serta dihadiri oleh Pengurus Pusat PERDATIN yang diwakili Ketua II, dr. Andrianmuri P. Lubis, Sp.An-T.I., Subsp.T.I.(K).
Turut hadir pula perwakilan organisasi profesi kesehatan, Pemerintah Kota Kupang, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dan Dinas Kesehatan Kota Kupang.
Dalam pelantikan tersebut, dr. Robinzon Gunawan Fanggidae, Sp.An-T.I., FIP kembali dipercaya memimpin PERDATIN NTT untuk periode 2025–2028.
Kepercayaan ini menandai periode kedua kepemimpinannya sebagai Ketua PERDATIN NTT.
Baca Juga:
Pihaknya bersyukur karena jumlah dokter spesialis anestesi di NTT terus bertambah.
Saat ini terdapat 48 dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif yang telah bertugas di 21 kabupaten dan satu kota.
Namun, masih ada satu kabupaten yang belum memiliki dokter spesialis anestesi secara definitif, yaitu Kabupaten Flores Timur.
"Untuk sementara, pelayanan di daerah tersebut dibantu oleh peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana," ujar dr. Robinzon.
Menurutnya, pemerataan tenaga spesialis anestesi merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama pelayanan pembedahan, kegawatdaruratan, obstetri, dan perawatan intensif.
Ia berharap dalam beberapa tahun mendatang seluruh rumah sakit di setiap kabupaten dan kota di NTT mampu menyelenggarakan pelayanan perioperatif dan terapi intensif secara optimal.
Pihaknya berharap setiap daerah memiliki kemampuan memberikan pelayanan perioperatif dan perawatan intensif yang memadai sehingga masyarakat tidak harus selalu dirujuk ke rumah sakit yang jauh.
"Kalaupun pasien kritis harus dirujuk, mereka sudah mendapatkan stabilisasi dan tata laksana intensif terlebih dahulu sehingga proses transportasi menjadi lebih aman dan peluang keselamatan pasien semakin besar," katanya.
Baca Juga:
Ketua IDI Wilayah NTT, dr. Stefanus Dhe Soka, Sp.B menyampaikan apresiasi atas perkembangan PERDATIN NTT yang dinilai terus berkontribusi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di provinsi kepulauan tersebut.
Pelajar di Kota Kupang Diajak Jadi Generasi Cerdas dan Jauh Dari Tindak Pidana
Mabuk Miras, Pemuda di Kota Kupang Ribut di Depan Rumah Sakit
Pacaran dan Kredit Sepeda Motor Bersama Berujung Laporan ke Polisi
Mabuk Miras, Pemuda di Kota Kupang Ribut di Depan Rumah Sakit
Kasus Anak Dianiaya Paman Diselesaikan Secara Damai di Polsek Maulafa
Batal Nikah Karena Selisih Paham, Polisi Bantu Mediasi Dan Kawal Pengembalian Belis
10 Penerbangan di Bandara El Tari Kupang Batal Dampak Aktivitas Gunung Anak Krakatau
Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai ke Medan, 26 Penerbangan Kualanamu-Jakarta Batal
Prediksi Valencia vs Barcelona LaLiga 6 September 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Skor
Sony Indonesia 2026 Buka Lowongan Kerja, Fresh Graduate Bisa Melamar
Bansos PKH dan BPNT 2026 Cair? Cek Penerima dan Status Bansos Lewat NIK KTP
Smartphones Android Ini Tak Bisa Pakai WhatsApp Mulai 8 September 2026, Cek HP Kamu Sekarang
Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 September 2026, Klaim Coins dan Player Pack Gratis