Minggu, 26 April 2026

Gereja Yegar Sahaduta Belo Rusak Parah Diterjang Angin, Ibadah Minggu Bakal Digelar Dibawah Tenda

Imanuel Lodja - Sabtu, 24 Januari 2026 17:49 WIB
Gereja Yegar Sahaduta Belo Rusak Parah Diterjang Angin, Ibadah Minggu Bakal Digelar Dibawah Tenda
ist
Ketua Majelis Jemaat GMIT Yegar Sahaduta Bello, Pdt. Selvy Alfes Zina menceritakan kondisi gereja.

digtara.com -Bencana angin puting beliung menyebabkan gedung Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Yegar Sahaduta Belo, Klasis Kota Kupang Barat, rusak berat pada Sabtu (24/1/2026) dinihari.

Baca Juga:

Dampak dari peristiwa tersebut, atap dan plafon gedung gereja terbongkar sehingga kebaktian Minggu pada Minggu (25/1/2026) direncanakan berlangsung dibawah tenda darurat.

Bangunan gereja yang berlokasi di RT 02/RW 01, Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, itu mengalami kerusakan berat setelah diterjang angin kencang yang berlangsung sangat singkat namun berdampak besar.

Kondisi atap yang terbuka membuat gedung tidak memungkinkan digunakan untuk beribadah, terlebih di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.

Baca Juga:
Ketua Majelis Jemaat GMIT Yegar Sahaduta Belo, Pdt. Selvy Asfes Zina, S.Th., mengatakan jemaat baru saja menikmati hasil renovasi ruang utama dalam empat bulan terakhir.

Renovasi dilakukan secara bertahap bersama jemaat selama hampir satu tahun terakhir.

Pdt Selvy mengakui kalau plafon dan atap ini baru selesai diperbaiki dan dinikmati sekitar empat bulan.

"Tuhan kembali menguji kami lewat peristiwa yang datang begitu tiba-tiba," ujar Pdt. Selvy di lokasi kejadian pada Sabtu (24/1/2026).

Ia menceritakan, sebelum kejadian angin puting beliung, dirinya bersama jemaat masih melakukan aktivitas di gereja hingga sekitar pukul 00.00 WITA.

Sekitar setengah jam setelah kembali ke rumah, listrik padam dan angin kencang langsung menghantam bangunan gereja.

Baca Juga:
"Kejadiannya sangat singkat, tidak sampai satu menit. Namun angin begitu kuat hingga membongkar atap gedung gereja," ujarnya.

Saat ini, gedung gereja masih dalam tahap renovasi. Ruang utama telah selesai diperbaiki, sementara bagian belakang gedung atau konsistori belum tersentuh karena keterbatasan anggaran jemaat. GMIT Yegar Sahaduta Belo sendiri memiliki 83 kepala keluarga dengan jumlah jemaat mencapai 323 jiwa.

Di tengah kondisi tersebut, pihak gereja memastikan ibadah Minggu tetap berlangsung dengan menyiapkan tenda darurat di halaman gereja agar jemaat tetap dapat beribadah.

"Untuk kebaktian Minggu ini, kami akan mendirikan tenda agar ibadah tetap berjalan. Bagi kami, ini ujian iman dan kesabaran yang harus dimaknai bersama," ujarnya.

Pdt Selvy berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, khususnya dalam bentuk bantuan material seperti seng dan kayu, agar perbaikan atap gereja dapat segera dilakukan.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Polres TTU Amankan Perayaan Paskah Sambil Menyanyi di Gereja

Polres TTU Amankan Perayaan Paskah Sambil Menyanyi di Gereja

Gara-gara Kambing, Warga di Kupang Terluka Dibacok Rekannya

Gara-gara Kambing, Warga di Kupang Terluka Dibacok Rekannya

Wali Kota Kupang Respons Penggerebekan Dua Lurah, Tegaskan Sanksi Disiplin ASN

Wali Kota Kupang Respons Penggerebekan Dua Lurah, Tegaskan Sanksi Disiplin ASN

Operasi Ketupat Turangga 2026 di Kota Kupang Zero Korban Meninggal Dunia dan Luka Berat

Operasi Ketupat Turangga 2026 di Kota Kupang Zero Korban Meninggal Dunia dan Luka Berat

Dukung Pembangunan Rumah Pastori II GMIT Hosana Sungkaen, Walikota Kupang Bantu Rp 50 juta

Dukung Pembangunan Rumah Pastori II GMIT Hosana Sungkaen, Walikota Kupang Bantu Rp 50 juta

Aniaya Pasangan Berujung Laporan Pidana, Polisi Selesaikan Secara Damai

Aniaya Pasangan Berujung Laporan Pidana, Polisi Selesaikan Secara Damai

Komentar
Berita Terbaru