Tujuh WNA Uzbekistan Dideportase, Sembilan Lainnya ke Rudenim
digtara.com - Proses lanjut bagi 16 orang Warga Negara Asing (WNA) asal Uzbekistan terus dilakukan.16 WNA ini sebelumnya diamankan di Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor, NTT.
Baca Juga:
Mereka ditemukan oleh nelayan setempat pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 09.00 WITA saat berjalan menyusuri pesisir pantai dan dibawa ke Kupang pada Kamis (9/7/2026).
Petugas Imigrasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang kemudia mendeportasi tujuh orang WNA asal Uzbekistan.
Sementara sembilan orang lainnya dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang.
"Tujuh orang sudah dideportasi dan sembilan orang diserahkan ke Rudenim," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Ma'mun dalam keterangannya pada Kamis (30/7/2026).
Baca Juga:Tujuh orang WNA ini diterbangkan pekan lalu dari bandara El Tari Kupang ke Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Karena perbedaan terminal keberangkatan, petugas membagi tim untuk mengawal pendeportasian tujuh orang WNA Uzbekistan.
Tim 1 mengawal dua orang yakni SI dan IK di terminal 3. Sedangkan tim 2 mengawal lima WNA Uzbekistan yakni FM, DN, NN, OT dan A Y menuju terminal 2.
Tim 1 dan dua WNA Uzbekistan melakukan penerbangan menggunakan pesawat dengan rute Jakarta menuju ke Guangzhou dan Guangzhou menuju Tashkent, Uzbekistan.
Tim 2 berangkat pada siang hari melakukan penerbangan menggunakan pesawat dengan rute Jakarta menuju ke Kuala Lumpur, Malaysia.
Tim 2 berkoordinasi dengan petugas Imigrasi TPI Soekarno Hatta mengenai pendeportasian tujuh WNA Uzbekistan.
Sebelumnya, 14 dari 16 orang WNA Uzbekistan yang diamankan memiliki dokumen masa tinggal yang sudah habis masa berlaku (over stay).
Terpisah Dari Rombongan, WNA Cina Meninggal di Pantai Pink Manggarai Barat
WNA Cina Jatuh Dalam Pendakian di Pulau Padar, Tim SAR Gabungan Turun Tangan
Sempat Deadlock, Penyelenggara Jasa Wisata dan Pemilik Kapal di Labuan Bajo Beri Uang Santunan Bagi WNA China
Kasus Penganiayaan Oleh WNA Timor Leste Berlanjut, Polisi Serahkan Tersangka ke JPU
Polres Manggarai Barat Periksa Belasan Saksi Terkait Kematian Pasutri WNA China di Labuan Bajo