Polres Manggarai Barat Periksa Belasan Saksi Terkait Kematian Pasutri WNA China di Labuan Bajo
digtara.com - Polres Manggarai Barat mengintensifkan penyidikan kasus kecelakaan laut yang menewaskan sepasang suami istri warga negara asing (WNA) asal China di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat beberapa waktu lalu.Penyidik Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) sejauh ini telah memeriksa 14 orang saksi guna mengusut tuntas dugaan kelalaian fatal dalam operasional kapal wisata KM Rinca Story.
Baca Juga:
- Tuntaskan Kasus Tenggelamnya KLM Putri Sakinah di Labuan Bajo, Polda NTT Periksa Saksi Ahli Dari Kementerian Perhubungan
- Antisipasi Kecelakaan Laut, Polres Manggarai Barat Sebarkan Himbauan Dalam Dua Bahasa
- Polres Manggarai Barat Selidiki Kasus Meninggalnya Dua Wisatawan China di Perairan Pulau Kelor
Penyelidikan yang mendasarkan pada laporan polisi model A (LP-A) ini berfokus pada dugaan pelanggaran Pasal 474 Undang-Undang nomor 1 tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), terkait kealpaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.
Kepala Satuan Polairud Polres Manggarai Barat, Iptu Leonardo Marpaung menegaskan komitmen penegakan hukum secara transparan dan tanpa kompromi demi menjaga integritas Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).
"Sampai saat ini, Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satpolairud Polres Manggarai Barat telah meminta keterangan dari 14 orang saksi secara maraton," ujarnya pada Selasa (28/7/2026).
Pemeriksaan mencakup nakhoda dan anak buah kapal (ABK) terkait prosedur operasional, agen pelayaran untuk manifes, pemilik kapal (ship owner), agen travel, hingga pihak regulator.
Selain internal manajemen kapal dan agen perjalanan, penyidik turut memanggil pejabat teknis pemerintah daerah, meliputi Kepala Dinas Pariwisata serta Perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Manggarai Barat, untuk menelisik aspek legalitas armada.
Baca Juga:
Dari hasil pendalaman awal terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan, penyidik menemukan sejumlah indikasi kelemahan krusial.
Salah satunya adalah hambatan bahasa (language barrier) saat pelaksanaan petunjuk keselamatan (safety briefing) sebelum kapal bertolak dari pelabuhan.
"Temuan awal penyidik menunjukkan adanya hambatan komunikasi (language barrier) saat penyampaian instruksi keselamatan (safety briefing)," tambah Kasat.
Korban diketahui tidak memiliki kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan baik, sehingga diduga kuat pesan keselamatan tidak tersampaikan secara efektif.
Temuan lapangan juga menyingkap fakta memprihatinkan terkait pendampingan wisatawan.
Saat tiba di Pulau Kelor, para tamu tidak didampingi oleh pemandu wisata (tour guide) profesional tersertifikasi, melainkan hanya menerima arahan dari seorang siswa yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari SMKN 1 Labuan Bajo.
Saat melakukan aktivitas snorkeling, kedua korban dibekali masker selam (goggles) dan kaki katak (fins).
Namun mereka dibiarkan masuk ke perairan tanpa mengenakan jaket pelampung (life jacket).
Baca Juga:
Tuntaskan Kasus Tenggelamnya KLM Putri Sakinah di Labuan Bajo, Polda NTT Periksa Saksi Ahli Dari Kementerian Perhubungan
Antisipasi Kecelakaan Laut, Polres Manggarai Barat Sebarkan Himbauan Dalam Dua Bahasa
Polres Manggarai Barat Selidiki Kasus Meninggalnya Dua Wisatawan China di Perairan Pulau Kelor
Tim URC Resmob Komodo Polres Manggarai Barat Bekuk Tiga Pelaku Persetubuhan Anak
"Bus Kayu" di Labuan Bajo Angkut Rombongan Tim Sepak Bola Terbalik, Dua Orang Meninggal dan Puluhan Penumpang Luka Berat
Belajar Dari Insiden Meninggalnya WNA Austria di Lokasi Wisata, Polisi-Warga di Manggarai Barat Intensifkan Sidak di Lokasi Wisata
Bisakah Apple Watch Mengukur Tekanan Darah? Ini Penjelasan dan Cara Memantaunya
Polres Manggarai Barat Periksa Belasan Saksi Terkait Kematian Pasutri WNA China di Labuan Bajo
Rupiah Diprediksi Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Atas Rp18.000 per Dolar AS
KM Rangganis Mati Mesin, Tim SAR Gabungan Evakuasi Para Penumpang
IHSG Ditutup Melemah ke 6.185,78, Saham BREN, TLKM, dan BBRI Jadi Pemberat Indeks
Puluhan Liter BBM Bersubsidi Yang Dijual Eceran Tanpa Izin Kembali Diamankan Polisi
ANTAM UBS Naik, Cek Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Selasa 28 Juli 2026