Pasukan Brimob Dilepas Ratusan Pelajar di Labuan Bajo Usai Misi Kemanusiaan di Flores
digtara.com -Lambaian tangan, lemparan senyum, dan seruan terima kasih disampaikan ratusan pelajar di sepanjang jalan protokol Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT pada Rabu (9/9/2026)
Baca Juga:
Aksi spontan para pelajar tersebut menjadi potret emosional selesainya masa bakti 101 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Korps Brimob Polri.
Selama kurang lebih tiga pekan pasca gempa bumi tektonik yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 lalu, para prajurit Korps baret biru ini menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan, penanganan tanggap darurat, hingga pemulihan trauma warga terdampak.
Suasana haru menyelimuti momen tatkala iring-iringan bus dan truk pengangkut personel Brimob melintas perlahan di depan gerbang SMPK St. Yosefa menuju Bandara Internasional Komodo.
Para siswa tanpa komando mengibarkan tangan, bersorak girang, dan tak sedikit yang menitikkan air mata menyaksikan para prajurit melintas.
Baca Juga:Maria (14), salah seorang siswi kelas VIII SMPK St. Yosefa, tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat ikut berdiri di barisan depan barisan siswa.
"Terima kasih banyak bapak-bapak Brimob yang sudah membantu kami dan mengamankan daerah kami selama pasca gempa. Kami sangat terharu dan bersyukur atas segala bantuan yang disalurkan bagi saudara-saudara kami yang terdampak," tutur Maria.
Apresiasi senada disampaikan oleh warga sekitar yang turut menyaksikan momentum kepulangan tersebut.
Kesiapsiagaan dan dedikasi para prajurit yang bekerja tanpa mengenal lelah sejak hari pertama bencana dinilai telah memberikan rasa aman dan harapan baru bagi masyarakat Manggarai Barat.
Kehadiran 101 personel BKO Korps Brimob Polri di Pulau Flores difokuskan pada serangkaian operasi kemanusiaan yang krusial.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang menyebutkan bahwa seluruh personel BKO Korps Brimob Polri telah menyelesaikan seluruh rangkaian tugas operasi kemanusiaan dengan kondisi lengkap dan aman.
Polres Sumba Barat Beri Trauma Healing Bagi 14 Anak Korban Pencabulan Guru
Dua Petani di Sumba Barat Daya Tewas Dibacok Parang Saat Acara Adat
Siswi Sekolah Dasar di Kupang Jadi Korban Pencurian Perhiasan Emas, Polisi Telusuri Jejak Pelaku
Dua Tahun Buron, Tiga DPO Kasus Penyerangan dan Pembunuhan di Sumba Barat Daya Ditangkap Polisi
Cari Pakan Ternak, Petani di Amarasi-Kupang Temukan Tulang dan Tengkorak Manusia