Kamis, 10 September 2026

Dua Petani di Sumba Barat Daya Tewas Dibacok Parang Saat Acara Adat

Imanuel Lodja - Kamis, 10 September 2026 07:55 WIB
Dua Petani di Sumba Barat Daya Tewas Dibacok Parang Saat Acara Adat
net
Ilustrasi.

digtara.com -Dua orang pria yang merupakan petani di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT meninggal setelah dianiaya dengan parang pada Rabu (9/9/2026) subuh.

Baca Juga:

Peristiwa berdarah ini terjadi di Kampung Wanno Baru, Desa Sango Ate, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Dua korban masing-masing MNgL alias Ama Ande (68), petani asal Kampung Golu Bunga, Desa Sango Ate, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Korban lainnya HDO alias Hendrik alias Ama Nando (30), warga Kampung Wanno Baru, Desa Sangu Ate, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Korban Ama Ande diduga dibacok dengan parang oleh DNgA alias Dami (26), YAK alias Hani (35) dan NF alias Noldi (18) yang berstatus sebagai pelajar SMA.

Baca Juga:
Ketiga terduga pelaku merupakan warga Kampung Wanno Baru, Desa Sango Ate, kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Korban Ama Nando diduga dianiaya dengan parang oleh PLL alias Ama Dea (45), seorang guru, LLNg alias Ama Sias (47) dan PLNg alias Petu (38).

Mereka merupakan warga Kampung Puu Ponda dan Kampung Gollu Bunga, Desa Sango Ate, kecamatan Wewewa Barat, kabupaten Sumba Barat Daya.

Kejadian bermula pada Selasa (8/9/2026) malam sekitar pukul 20.00 Wita.

Saat itu di Kampung Wanno Baru, Desa Sango Ate, Kecamatan Wewewa Barat sedang ada ritual adat (urata) di rumah Malo Rato (60).

Korban Ama Ande adalah tamu undangan yang didaulat sebagai rato adat dalam ritual adat Urata.

Usai ritual adat dilanjutkan dengan acara makan malam bersama.

‎Kemudian di samping rumah Malo Rato yang berjarak kurang lebih 10 meter, para terlapor sedang membunyikan musik sambil mengonsumsi minuman keras (Miras).

Korban MNgL alias Ama Ande keluar dari rumah tempat ritual adat dan menegur para terlapor agar tidak membunyikan musik karena masih sedang dilaksanakan ritual adat sakral.

Terlapor tidak terima teguran tersebut sehingga terjadilah pertikaian/adu mulut berlanjut pada aksi saling lempar menggunakan batu yang berujung pada penganiyaan yang mengakibatkan satu orang korban (Ama Ande) meninggal dunia.

Baca Juga:

‎Keluarga dari korban Ama Ande yang mengetahui kalau korban Ama Ande telah dibunuh/meninggal dunia oleh terlapor yang juga korban HDO alias Ama Nando maka dari pihak keluarga korban langsung menyerang terlapor/korban Ama Nando yang dalam posisi mabuk karena mengonsumsi miras.

Kebetulan saat itu Ama Nando sementara berada di dalam rumahnya sehingga pihak keluarga korban Ama Ande menganiaya korban Ama Nando menggunakan senjata tajam menyebabkan Ama Nando juga meninggal dunia.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Polres Sumba Barat Beri Trauma Healing Bagi 14 Anak Korban Pencabulan Guru

Polres Sumba Barat Beri Trauma Healing Bagi 14 Anak Korban Pencabulan Guru

Siswi Sekolah Dasar di Kupang Jadi Korban Pencurian Perhiasan Emas, Polisi Telusuri Jejak Pelaku

Siswi Sekolah Dasar di Kupang Jadi Korban Pencurian Perhiasan Emas, Polisi Telusuri Jejak Pelaku

Dua Tahun Buron, Tiga DPO Kasus Penyerangan dan Pembunuhan di Sumba Barat Daya Ditangkap Polisi

Dua Tahun Buron, Tiga DPO Kasus Penyerangan dan Pembunuhan di Sumba Barat Daya Ditangkap Polisi

Cari Pakan Ternak, Petani di Amarasi-Kupang Temukan Tulang dan Tengkorak Manusia

Cari Pakan Ternak, Petani di Amarasi-Kupang Temukan Tulang dan Tengkorak Manusia

Delapan Bulan Terakhir, 28 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Polres Kupang

Delapan Bulan Terakhir, 28 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Polres Kupang

Tuntaskan Kasus Fidusia, Polda NTT Serahkan Lagi Dua Tersangka ke Kejaksaan

Tuntaskan Kasus Fidusia, Polda NTT Serahkan Lagi Dua Tersangka ke Kejaksaan

Komentar
Berita Terbaru