Dua Petani di Sumba Barat Daya Tewas Dibacok Parang Saat Acara Adat
Baca Juga:
Anggota kepolisian juga membantu mengamankan korban kemudian mendampingi dokter untuk melakukan pemeriksaan medis (VER).
Kasat Reskrim dan Kasat intelkam memimpin penyerahan jenazah para korban tersebut ke keluarganya.
Kasat Reskrim kemudian menghimbau keluarga korban dan pelaku agar tidak boleh melakukan balas dendam.
Kasat juga minta keluarga kedua pihak agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan keluarga.
Baca Juga:"Serahkan penanganan kejadian tersebut kepada polisi untuk dilakukan proses hukum sesuai aturan yang berlaku dan jika ada hal-hal yang ingin disampaikan silahkan langsung ke Satuan Reskrim Sumba Barat Daya," tandas Kasat.
Kasat pun menyampaikannya dan menghimbau keluarga korban untuk segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sumba Barat Daya untuk proses hukum lebih lanjut.
Pada Rabu pagi, para terlapor sebanyak tujuh orang langsung dibawa dan diamankan di ruangan Unit pidum Sat Reskrim Polres Sumba Barat Daya ntuk dilakukan proses lebih lanjut.
Jenazah Ama Lende ditemukan tepat di depan halaman rumah. Ia mengalami luka pada bagian belakang kepala hingga leher dan tangan.
Ia mengalami luka bacok pada punggung, tangan dan kedua kaki.
Dari hasil identifikasi, korban Ama Ande dibunuh oleh korban HDO alias Ama Nando yang juga meninggal dunia, YAK alias Hani, DNgA alias Dami dan NF alias Noldi.
Polres Sumba Barat Beri Trauma Healing Bagi 14 Anak Korban Pencabulan Guru
Siswi Sekolah Dasar di Kupang Jadi Korban Pencurian Perhiasan Emas, Polisi Telusuri Jejak Pelaku
Dua Tahun Buron, Tiga DPO Kasus Penyerangan dan Pembunuhan di Sumba Barat Daya Ditangkap Polisi
Cari Pakan Ternak, Petani di Amarasi-Kupang Temukan Tulang dan Tengkorak Manusia
Delapan Bulan Terakhir, 28 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Polres Kupang