Kamis, 10 September 2026

Dua Petani di Sumba Barat Daya Tewas Dibacok Parang Saat Acara Adat

Imanuel Lodja - Kamis, 10 September 2026 07:55 WIB
Dua Petani di Sumba Barat Daya Tewas Dibacok Parang Saat Acara Adat
net
Ilustrasi.
Anggota Polres Sumba Barat Daya, anggota Polsek Wewewa Barat dan tim Unit Reaksi Cepat (URC) serta anggota unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Sumba Barat Daya dipimpin Kasat Reskrim, Iptu Yakobus K. Sanam dan Kasat Intelkam, Iptu Lucky turun ke tempat kejadian perkara.

Baca Juga:

Polisi selanjutnya mengamankan saksi dan terlapor yang berjumlah tujuh orang (satu orang meninggal dunia).

Anggota kepolisian juga membantu mengamankan korban kemudian mendampingi dokter untuk melakukan pemeriksaan medis (VER).

Kasat Reskrim dan Kasat intelkam memimpin penyerahan jenazah para korban tersebut ke keluarganya.

Kasat Reskrim kemudian menghimbau keluarga korban dan pelaku agar tidak boleh melakukan balas dendam.

Kasat juga minta keluarga kedua pihak agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan keluarga.

Baca Juga:
"Serahkan penanganan kejadian tersebut kepada polisi untuk dilakukan proses hukum sesuai aturan yang berlaku dan jika ada hal-hal yang ingin disampaikan silahkan langsung ke Satuan Reskrim Sumba Barat Daya," tandas Kasat.

Kasat pun menyampaikannya dan menghimbau keluarga korban untuk segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sumba Barat Daya untuk proses hukum lebih lanjut.

Pada Rabu pagi, para terlapor sebanyak tujuh orang langsung dibawa dan diamankan di ruangan Unit pidum Sat Reskrim Polres Sumba Barat Daya ntuk dilakukan proses lebih lanjut.

Jenazah Ama Lende ditemukan tepat di depan halaman rumah. Ia mengalami luka pada bagian belakang kepala hingga leher dan tangan.

‎Korban Ama Nando ditemukan di belakang rumahnya dengan jarak sekitar kurang lebih 50 meter.

Ia mengalami luka bacok pada punggung, tangan dan kedua kaki.

‎Dari hasil identifikasi, korban Ama Ande dibunuh oleh korban HDO alias Ama Nando yang juga meninggal dunia, YAK alias Hani, DNgA alias Dami dan NF alias Noldi.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Polres Sumba Barat Beri Trauma Healing Bagi 14 Anak Korban Pencabulan Guru

Polres Sumba Barat Beri Trauma Healing Bagi 14 Anak Korban Pencabulan Guru

Siswi Sekolah Dasar di Kupang Jadi Korban Pencurian Perhiasan Emas, Polisi Telusuri Jejak Pelaku

Siswi Sekolah Dasar di Kupang Jadi Korban Pencurian Perhiasan Emas, Polisi Telusuri Jejak Pelaku

Dua Tahun Buron, Tiga DPO Kasus Penyerangan dan Pembunuhan di Sumba Barat Daya Ditangkap Polisi

Dua Tahun Buron, Tiga DPO Kasus Penyerangan dan Pembunuhan di Sumba Barat Daya Ditangkap Polisi

Cari Pakan Ternak, Petani di Amarasi-Kupang Temukan Tulang dan Tengkorak Manusia

Cari Pakan Ternak, Petani di Amarasi-Kupang Temukan Tulang dan Tengkorak Manusia

Delapan Bulan Terakhir, 28 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Polres Kupang

Delapan Bulan Terakhir, 28 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Polres Kupang

Tuntaskan Kasus Fidusia, Polda NTT Serahkan Lagi Dua Tersangka ke Kejaksaan

Tuntaskan Kasus Fidusia, Polda NTT Serahkan Lagi Dua Tersangka ke Kejaksaan

Komentar
Berita Terbaru