Peduli Dengan Siswa ke Sekolah Pakai Sandal Lusuh, Kapolda NTT dan Polres TTS Bantu Sepatu Bagi Siswa di Oelbubuk
digtara.com - Sebuah video sederhana beredar di media sosial menyentuh hati banyak orang.Dalam rekaman itu tiga anak sekolah dasar berjalan pulang dari sekolah dengan perlengkapan yang jauh dari kata layak.
Baca Juga:
Sandal yang dikenakan tampak usang, sementara tas sekolah yang mereka bawa terlihat robek dan penuh tambalan.
Video tersebut akhirnya menjadi perhatian Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko yang langsung memerintahkan jajaran Polres Timor Tengah Selatan (TTS) untuk memastikan kondisi ketiga anak tersebut sekaligus memberikan bantuan yang dibutuhkan.
Respons cepat itu menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap pendidikan anak-anak NTT tidak berhenti pada rasa iba, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.
Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen menjelaskan bahwa setelah menerima informasi mengenai video yang viral tersebut.
Pihaknya langsung menginstruksikan Kapolsek Mollo Selatan bersama personel untuk mencari keberadaan anak-anak yang ada dalam video.
Baca Juga:
Penelusuran akhirnya membawa petugas ke Desa Oelbubuk, Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Di desa yang berada di wilayah pegunungan itu, petugas bertemu dengan tiga siswa SD GMIT Oelbubuk yang menjadi perhatian publik.
Mereka adalah Jumaida Sarlota Hana Kase (10), siswi kelas IV, Angky Gabriel Mateos Kase (8), siswa kelas II dan Alen Marsela Taifa (10), siswi kelas IV.
Saat berdialog dengan anak-anak tersebut, petugas menemukan fakta sederhana namun menyentuh.
Mereka tidak menggunakan sepatu ke sekolah karena sepatu yang dimiliki sudah rusak dan tidak layak dipakai lagi.
"Ketika ditanya kenapa tidak menggunakan sepatu, mereka menjawab dengan polos bahwa sepatu mereka sudah robek sehingga tidak bisa dipakai ke sekolah," kata Kapolres.
Mendengar hal tersebut, jajaran Polres TTS segera bergerak.
Pada sore harinya, Kasat Lantas Polres TTS, Iptu I Gusti Komang Astina bersama personel Satlantas mengajak Jumaida dan Angky beserta ibunya menuju Kota Soe untuk membeli perlengkapan sekolah baru.
Baca Juga:
Perjalanan itu bukan sekadar membeli sepatu atau tas. Bagi kedua anak tersebut, hari itu menjadi momen yang mungkin akan terus mereka kenang.
Senyum yang mengembang di wajah mereka saat mencoba sepatu baru menjadi gambaran betapa hal-hal kecil dapat menghadirkan kebahagiaan besar bagi seorang anak.
"Ini bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi tentang memastikan bahwa anak-anak memiliki semangat untuk terus bersekolah dan mengejar cita-cita mereka," ungkap AKBP Hendra Dorizen.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi masa depan yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
Polri, kata dia, tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu sesama.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika ada persoalan hukum, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan perhatian dan kepedulian," ujarnya.
Keharuan juga dirasakan oleh orang tua kedua anak tersebut.
Dengan mata berkaca-kaca, mereka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Kapolda NTT dan Polres TTS yang telah memberikan perhatian kepada anak-anak mereka.
Baca Juga:Bagi keluarga sederhana di pelosok desa itu, bantuan perlengkapan sekolah bukan hanya benda yang bisa digunakan setiap hari, tetapi juga simbol bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap masa depan anak-anak mereka.
Sementara itu, satu anak lainnya, Alen Marsela Taifa, tidak ikut berbelanja ke Soe.
Setelah dilakukan komunikasi dengan keluarga, orang tuanya menyampaikan bahwa mereka masih memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya dan sepatu yang dimiliki masih layak digunakan.
Sikap tersebut turut diapresiasi oleh jajaran Polres TTS sebagai bentuk kejujuran dan keterbukaan masyarakat.
Kapolres TTS menegaskan bahwa kepedulian terhadap pendidikan anak-anak akan terus menjadi perhatian Polri, terutama di wilayah-wilayah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.
"Kami berharap bantuan sederhana ini dapat menambah semangat belajar anak-anak tersebut. Mereka adalah generasi penerus yang kelak akan membangun daerah dan bangsa ini. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka tetap memiliki kesempatan untuk meraih cita-cita," tutur AKBP Hendra Dorizen.
Baca Juga:
Pelaku Judi di Pasar Harian Fatumnasi-Kabupaten TTS Diamankan Polisi
Ambil Barang Bukti Di Polres TTS Tanpa Pungli
Pria di TTS Modus Jual Ikan Sambil Jalankan Judi Online
Pembukaan Jalan Dusun di Kabupaten TTS Terhambat Masalah Lahan, Polisi Turun Tangan
Dua Pria Pelaku Judol di Kabupaten TTS Diamankan Tim Resmob Polres TTS
Polwan Polres TTS Salurkan Bantuan Pendidikan Bagi Siswa di Wilayah Terpencil
ANTAM Turun UBS Naik, Cek Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Rabu 9 September 2026
Perkara Masuk Tahap I, Viktor Manbait dan Tim Tak Lagi Jadi Kuasa Hukum Dokter Icha
Kejagung Periksa 5 Saksi Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis di BGN
Asap Karhutla Selimuti 14 Kabupaten di Sumut, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter
Tuntaskan Kasus Fidusia, Polda NTT Serahkan Lagi Dua Tersangka ke Kejaksaan
Gugatan Mantan Anggota Polri Ditolak PTUN, Keputusan PTDH Kapolda NTT Tetap Berlaku
Satu Warga Jadi Tersangka Kasus Pencurian Ternak di Sumba Timur, Anggota Polri Jalani Patsus