Alasan Kesehatan, Lansia Pelaku Pemerkosaan Dua Bocah di Manggarai Barat Diperiksa di Rumah
digtara.com -Penyidik Polres Manggarai Barat, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menaikkan status penanganan kasus dugaan pencabulan terhadap dua anak dibawah umur ke tingkat penyidikan.
Baca Juga:
Pilihan penyidik untuk melakukan pemeriksaan di rumah tersangka—atau metode jemput bola—diambil demi mengakomodasi kondisi fisik tersangka yang sudah renta.
Polisi menegaskan bahwa perlakuan khusus ini tidak akan mengurangi ketegasan dalam penegakan hukum demi keadilan bagi kedua korban yang masih berusia enam tahun.
Pemeriksaan berlangsung di rumah kediaman sementara tersangka di Wae Nahi, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Dimulai pukul 16.40 Wita, proses hukum berjalan kondusif dengan pengawasan ketat serta pemenuhan hak-hak konstitusional tersangka.
Baca Juga:Selama proses pengambilan keterangan untuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP), SS didampingi penasihat hukumnya, L. Sedus dari kantor DPC Peradi Labuan Bajo.
Mengingat kendala bahasa yang dialami tersangka, anak kandungnya yang bernama Sirilus Sarmin turut hadir untuk bertindak sebagai penerjemah bahasa daerah.
Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya menjelaskan bahwa keputusan memeriksa tersangka di kediamannya didasari pada pertimbangan kemanusiaan dan kondisi kesehatan yang bersangkutan.
"Pemeriksaan jemput bola ini terpaksa dilakukan oleh penyidik Unit IV Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) mengingat kondisi fisik tersangka yang sudah renta dan tengah didera gangguan kesehatan serius," ujar AKP Lufthi saat dikonfirmasi pada Sabtu (6/6/2026) sore.
Pihak kepolisian juga memastikan hak-hak tersangka sebagai lansia tetap terpenuhi.
Penyandang Tunanetra Apresiasi Layanan Haji 2026, Harapkan Regulasi Disabilitas Segera Diimplementasikan
PPDI Kalsel Apresiasi Layanan Haji Ramah Disabilitas, Usulkan Pendataan Lebih Detail
Hampir Dua Pekan disemayamkan di Manggarai Barat, Jenazah Dua WNA Austria Diberangkatkan ke Denpasar
Jemaah Haji Disabilitas Rame-rame Temui Menhaj, Ada Apa?
Belajar Dari Insiden Meninggalnya WNA Austria di Lokasi Wisata, Polisi-Warga di Manggarai Barat Intensifkan Sidak di Lokasi Wisata