Jumat, 24 Juli 2026

Libatkan Tokoh Adat dan Tim Mediasi, Kapolres Flores Timur Perkuat Rekonsiliasi di Adonara Timur

Imanuel Lodja - Jumat, 24 Juli 2026 16:36 WIB
Libatkan Tokoh Adat dan Tim Mediasi, Kapolres Flores Timur Perkuat Rekonsiliasi di Adonara Timur
ist
Libatkan Tokoh Adat dan Tim Mediasi, Kapolres Flores Timur Perkuat Rekonsiliasi di Adonara Timur

digtara.com -Upaya penyelesaian konflik sosial antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak, dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur terus diperkuat.

Baca Juga:

Polres Flores Timur bersama Pemerintah Kabupaten Flores Timur, TNI, Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, hingga Tim Mediasi menggelar serangkaian rapat koordinasi dan pertemuan strategis pada Kamis (23/7/2026).

Rapat ini untuk mempercepat rekonsiliasi dan mencari solusi permanen atas konflik yang dipicu sengketa tanah ulayat tersebut.

Kapolres Flores TimurAKBP Adhitya Octorio Putra menegaskan bahwa Polri akan terus mengawal proses penyelesaian konflik melalui pendekatan persuasif, dialog, mekanisme adat, serta penegakan hukum secara profesional.

"Kami mendukung penuh langkah Pemerintah Kabupaten Flores Timur dalam menyelesaikan konflik ini. Yang terpenting adalah menemukan akar permasalahan sehingga penyelesaiannya benar-benar tuntas dan mampu mencegah konflik serupa terjadi kembali," ujar AKBP Adhitya Octorio Putra.

Rapat koordinasi digelar di ruang kerja Bupati Flores Timur dipimpin Bupati, Antonius Doni Dihen bersama Kapolres Flores Timur.

Baca Juga:

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ps Kapolres Flores Timur, AKBP I Gede Putra Yasa, Wakapolres Flores Timur Kompol Ketut Mastina, Sekretaris Daerah Kabupaten Flores Timur, Petrus Pedo Maran, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Yakobus Ara Kian, Kepala Badan Kesbangpol Laureusius Yitno Wadan serta Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliaser A. Kalelado.

Dalam rapat tersebut seluruh pihak sepakat mengedepankan penyelesaian konflik melalui dialog, musyawarah, dan pendekatan adat, sementara TNI-Polri tetap melakukan pengamanan guna mengantisipasi potensi konflik susulan.

Bupati Flores Timur juga menyatakan komitmennya membentuk langkah-langkah lanjutan melalui pembinaan, rekonsiliasi sosial, serta penguatan komunikasi antarwarga dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Kapolres bersama jajaran melanjutkan koordinasi di rumah Pastoral Paroki Kristus Raja Waiwerang bersama Tim 9.

Tim ini terdiri dari para tokoh agama dan tokoh masyarakat, yakni Romo Alo Dore, Romo Silvester Salem Tukan, Martinus Kopong, Yoseph Ola Umat, Yeremias Hasan, Thomas Tuba, dan Gaspar Boleng.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut P.S. Kapolres Flores Timur AKBP I Gede Putra Yasa, Dandim 1624/Flores Timur Letkol Inf. Erly Merlian, Danramil 02 Adonara Mayor Inf. Ibi Woking, serta Wakapolres Flores Timur Kompol Ketut Mastina.

Kapolres berharap Tim 9 mampu menjadi mediator yang menjembatani komunikasi kedua kelompok masyarakat melalui pendekatan adat dan nilai kekeluargaan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru