Minggu, 19 April 2026

Warga di Amarasi-Kupang Tewas Tersengat Aliran Listrik Saat Potong Daun Pakan Ternak

Imanuel Lodja - Minggu, 19 April 2026 10:00 WIB
Warga di Amarasi-Kupang Tewas Tersengat Aliran Listrik Saat Potong Daun Pakan Ternak
Warga dan aparat kepolisian mengevakuasi korban tersengat aliran listrik

digtara.com -Kornelis Paulus Bunga (39), warga yang berdomisili di RT 006 RW 003, Dusun 02, Desa Tesbatan 1, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat jaringan listrik tegangan tinggi pada Sabtu (18/4/2026) pagi.

Baca Juga:

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 08.15 Wita di sekitar lokasi tempat tinggal korban.

Kejadian bermula saat korban memanjat pohon lamtoro untuk memotong daun sebagai pakan ternak.

Saat memotong dahan, korban tidak menyadari bahwa potongan dahan tersebut jatuh dan mengenai kabel listrik utama milik PLN.

Baca Juga:
Akibatnya, korban langsung tersengat aliran listrik tegangan tinggi.

Dalam kondisi tersebut, korban sempat berteriak meminta pertolongan.

Salah satu warga, Yoram Ataupah (45), yang mendengar teriakan korban, segera berlari menuju lokasi kejadian.

Ia melihat korban masih berada di atas pohon dalam kondisi tersengat listrik. Yoram Ataupah kemudian meminta bantuan warga sekitar.

Meski sejumlah warga berdatangan, mereka tidak berani menolong korban karena khawatir masih adanya aliran listrik bertegangan tinggi yang membahayakan.

Korban akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian dalam posisi tergantung di pohon lamtoro.

Baca Juga:
Aparat kepolisian dipimpin KSPKT II Aipda Nixon S. Kase bersama anggota jaga langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan.

Polisi berkoordinasi dengan tim medis dari Pustu Desa Tesbatan 1, melakukan olah TKP serta mengevakuasi korban ke rumah duka.

Hasil pemeriksaan luar oleh petugas medis Pustu Desa Tesbatan 1, Maria Sinta Bhara menunjukkan adanya luka bakar pada kedua telapak tangan, serta luka bakar pada lutut dan betis kiri korban.

Dari hasil pemeriksaan tersebut juga dipastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Korban meninggal dunia akibat sengatan aliran listrik tegangan tinggi.

Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah korban.

Baca Juga:
Pernyataan penolakan autopsi disampaikan oleh pihak keluarga, yang diwakili paman kandung korban, Melkisedek Saebesi.

Jenazah korban dievakuasi ke rumah duka di RT 006/RW 003, Desa Tesbatan 1 untuk disemayamkan.

Sementara itu, rencana pemakaman masih menunggu kesepakatan pihak keluarga.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Bhabinkamtibmas di Kota Kupang Bina Pasutri dari Penyuling Miras ke Pembuat Garam

Bhabinkamtibmas di Kota Kupang Bina Pasutri dari Penyuling Miras ke Pembuat Garam

Satlantas Polresta Kupang Kota Bangun Silaturahmi Lewat Lembaga Agama

Satlantas Polresta Kupang Kota Bangun Silaturahmi Lewat Lembaga Agama

Hilang Beberapa Hari, Lansia di Kupang Ditemukan Selamat

Hilang Beberapa Hari, Lansia di Kupang Ditemukan Selamat

Puluhan Kali Curi Uang di Salon, Pekerja Salon di Kupang Dipolisikan

Puluhan Kali Curi Uang di Salon, Pekerja Salon di Kupang Dipolisikan

Warga Kupang Serahkan Anak Panah Ambon ke Polisi

Warga Kupang Serahkan Anak Panah Ambon ke Polisi

Dua Perwira Terdakwa Kematian Prada Lucky Namo Dapat Potongan Masa Hukuman

Dua Perwira Terdakwa Kematian Prada Lucky Namo Dapat Potongan Masa Hukuman

Komentar
Berita Terbaru