Kamis, 14 Mei 2026

Bhabinkamtibmas di Kota Kupang Bina Pasutri dari Penyuling Miras ke Pembuat Garam

Imanuel Lodja - Sabtu, 18 April 2026 17:20 WIB
Bhabinkamtibmas di Kota Kupang Bina Pasutri dari Penyuling Miras ke Pembuat Garam
Bhabinkamtibmas saat mendatangi usaha garam Pasutri di Kelurahan Sikumana

digtara.com -Selama bertahun-tahun, pasangan suami istri (Pasutri) Jonatan Tallo dan istrinya, Yane Loe mengandalkan hidupnya dari pekerjaan penyulingan air tuak menjadi minuman keras (Miras) tradisional jenis sopi.

Baca Juga:

Tempat usaha warga Jalan Oeekam RT 012/RW 005, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang ini bahkan sering menjadi sasaran razia Miras oleh aparat kepolisian.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Sikumana, Polresta Kupang Kota, Bripka Marsel Nitte berusaha mengarahkan Pasutri ini ke kegiatan ekonomi yang lain.

Penyuling miras tradisional jenis sopi atau moke ini kemudian beralih profesi menjadi petani garam yang produktif.

Baca Juga:
Awalnya Bripka Marsel Nitte prihatin terhadap aktivitas ilegal yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dilakukan Pasutri ini.

Pada bulan September 2025, Bripka Marsel Nitte aktif terjun langsung ke lapangan.

Ia gencar memberikan edukasi dan penyuluhan mengenai bahaya miras bagi kesehatan, ekonomi keluarga, serta dampak negatifnya terhadap situasi kamtibmas.

Tak hanya itu, ia juga terus mendorong warga untuk beralih ke usaha yang lebih aman, halal, dan produktif dalam rangka mendukung ketahanan pangan.

Pendekatan humanis dan edukasi yang intensif akhirnya membuahkan hasil.

Jonatan Tallo dan istrinya mampu memahami, serta menerima imbauan dengan baik.

Baca Juga:
Pada bulan Desember 2025, mereka mulai merintis usaha garam dengan langkah inovatif dengan memodifikasi peralatan yang dulu digunakan untuk memasak miras menjadi alat masak garam.

Dari peralihan profesi ini, lahir sejumlah manfaat positif.

Jonatan Tallo, yang semula dikenal sebagai pelaku usaha miras ilegal, kini telah bertransformasi menjadi petani garam yang memanfaatkan potensi ekonomi lokal.

Perubahan ini berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan keluarganya.

"Kini saya bisa mendapatkan uang yang halal untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," ungkap Jonatan Tallo pada Sabtu (18/4/2026).

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Temui Uskup Agung Kupang, Kapolres Kupang Minta Dukungan Gereja Jaga Kamtibmas

Temui Uskup Agung Kupang, Kapolres Kupang Minta Dukungan Gereja Jaga Kamtibmas

Dalam Sepekan, Tiga Warga Ditemukan Meninggal di Kota Kupang

Dalam Sepekan, Tiga Warga Ditemukan Meninggal di Kota Kupang

IRT di Kupang Dianiaya Suami Dengan Parang Hingga Luka Serius

IRT di Kupang Dianiaya Suami Dengan Parang Hingga Luka Serius

Respon Terhadap Komitmen Pemerataan Percepatan Digital Pendidikan di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur

Respon Terhadap Komitmen Pemerataan Percepatan Digital Pendidikan di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur

Baru Tamat Sekolah, Pemuda di Kupang Diamankan Polisi Karena Diduga Hamili Siswi SMK

Baru Tamat Sekolah, Pemuda di Kupang Diamankan Polisi Karena Diduga Hamili Siswi SMK

Ditegur Saat Hendak Petik Kelapa, Pria Ini Malah Ancam Warga dengan Sajam

Ditegur Saat Hendak Petik Kelapa, Pria Ini Malah Ancam Warga dengan Sajam

Komentar
Berita Terbaru