Bhabinkamtibmas di Kota Kupang Bina Pasutri dari Penyuling Miras ke Pembuat Garam
digtara.com -Selama bertahun-tahun, pasangan suami istri (Pasutri) Jonatan Tallo dan istrinya, Yane Loe mengandalkan hidupnya dari pekerjaan penyulingan air tuak menjadi minuman keras (Miras) tradisional jenis sopi.
Baca Juga:
Bhabinkamtibmas Kelurahan Sikumana, Polresta Kupang Kota, Bripka Marsel Nitte berusaha mengarahkan Pasutri ini ke kegiatan ekonomi yang lain.
Penyuling miras tradisional jenis sopi atau moke ini kemudian beralih profesi menjadi petani garam yang produktif.
Baca Juga:Awalnya Bripka Marsel Nitte prihatin terhadap aktivitas ilegal yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dilakukan Pasutri ini.
Pada bulan September 2025, Bripka Marsel Nitte aktif terjun langsung ke lapangan.
Ia gencar memberikan edukasi dan penyuluhan mengenai bahaya miras bagi kesehatan, ekonomi keluarga, serta dampak negatifnya terhadap situasi kamtibmas.
Pendekatan humanis dan edukasi yang intensif akhirnya membuahkan hasil.
Jonatan Tallo dan istrinya mampu memahami, serta menerima imbauan dengan baik.
Baca Juga:Pada bulan Desember 2025, mereka mulai merintis usaha garam dengan langkah inovatif dengan memodifikasi peralatan yang dulu digunakan untuk memasak miras menjadi alat masak garam.
Dari peralihan profesi ini, lahir sejumlah manfaat positif.
Jonatan Tallo, yang semula dikenal sebagai pelaku usaha miras ilegal, kini telah bertransformasi menjadi petani garam yang memanfaatkan potensi ekonomi lokal.
"Kini saya bisa mendapatkan uang yang halal untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," ungkap Jonatan Tallo pada Sabtu (18/4/2026).
Baca Juga:Selain itu, peralihan usaha ini berkontribusi besar dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di Kelurahan Sikumana.
Bripka Marsel Nitte tidak hanya menghentikan aktivitas ilegal, tetapi juga memberdayakan mantan pelaku usaha miras dengan berkolaborasi dalam mengembangkan potensi pertambangan garam setempat.
Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Djoko Lestari melalui Kapolsek Maulafa, AKP Fery Nur Alamsyah turut memberikan apresiasi.
Baca Juga:Ia menilai langkah Bripka Marsel Nitte sebagai bentuk tugas kepolisian yang humanis dan presisi.
"Kami mengapresiasi langkah yang dilakukan Bhabinkamtibmas Sikumana, Bripka Marsel Nitte. Keberhasilannya membina warga dari usaha ilegal menjadi usaha legal yang memberikan banyak manfaat adalah contoh nyata tugas Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri. Ini sejalan dengan fungsi pengawasan, pengamanan, dan pembinaan masyarakat dalam menciptakan kamtibmas yang kondusif," ujar AKP Fery Nur Alamsyah.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah binaan lainnya, bahwa pendekatan preventif dan pembinaan berkelanjutan mampu mengubah potensi negatif menjadi kekuatan ekonomi yang berdampak positif bagi masyarakat dan kepolisian.
Satlantas Polresta Kupang Kota Bangun Silaturahmi Lewat Lembaga Agama
Hilang Beberapa Hari, Lansia di Kupang Ditemukan Selamat
Puluhan Kali Curi Uang di Salon, Pekerja Salon di Kupang Dipolisikan
Warga Kupang Serahkan Anak Panah Ambon ke Polisi
Dua Perwira Terdakwa Kematian Prada Lucky Namo Dapat Potongan Masa Hukuman