Rabu, 03 Juni 2026

Bhabinkamtibmas di Kota Kupang Bina Pasutri dari Penyuling Miras ke Pembuat Garam

Imanuel Lodja - Sabtu, 18 April 2026 17:20 WIB
Bhabinkamtibmas di Kota Kupang Bina Pasutri dari Penyuling Miras ke Pembuat Garam
Bhabinkamtibmas saat mendatangi usaha garam Pasutri di Kelurahan Sikumana

digtara.com -Selama bertahun-tahun, pasangan suami istri (Pasutri) Jonatan Tallo dan istrinya, Yane Loe mengandalkan hidupnya dari pekerjaan penyulingan air tuak menjadi minuman keras (Miras) tradisional jenis sopi.

Baca Juga:

Tempat usaha warga Jalan Oeekam RT 012/RW 005, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang ini bahkan sering menjadi sasaran razia Miras oleh aparat kepolisian.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Sikumana, Polresta Kupang Kota, Bripka Marsel Nitte berusaha mengarahkan Pasutri ini ke kegiatan ekonomi yang lain.

Penyuling miras tradisional jenis sopi atau moke ini kemudian beralih profesi menjadi petani garam yang produktif.

Baca Juga:
Awalnya Bripka Marsel Nitte prihatin terhadap aktivitas ilegal yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dilakukan Pasutri ini.

Pada bulan September 2025, Bripka Marsel Nitte aktif terjun langsung ke lapangan.

Ia gencar memberikan edukasi dan penyuluhan mengenai bahaya miras bagi kesehatan, ekonomi keluarga, serta dampak negatifnya terhadap situasi kamtibmas.

Tak hanya itu, ia juga terus mendorong warga untuk beralih ke usaha yang lebih aman, halal, dan produktif dalam rangka mendukung ketahanan pangan.

Pendekatan humanis dan edukasi yang intensif akhirnya membuahkan hasil.

Jonatan Tallo dan istrinya mampu memahami, serta menerima imbauan dengan baik.

Baca Juga:
Pada bulan Desember 2025, mereka mulai merintis usaha garam dengan langkah inovatif dengan memodifikasi peralatan yang dulu digunakan untuk memasak miras menjadi alat masak garam.

Dari peralihan profesi ini, lahir sejumlah manfaat positif.

Jonatan Tallo, yang semula dikenal sebagai pelaku usaha miras ilegal, kini telah bertransformasi menjadi petani garam yang memanfaatkan potensi ekonomi lokal.

Perubahan ini berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan keluarganya.

"Kini saya bisa mendapatkan uang yang halal untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," ungkap Jonatan Tallo pada Sabtu (18/4/2026).

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Sempat Kritis, Petani Yang Jatuh dari Pohon Pinang Meninggal Dunia

Sempat Kritis, Petani Yang Jatuh dari Pohon Pinang Meninggal Dunia

Jatuh Dari Pohon Pinang, Petani di Kupang Kritis

Jatuh Dari Pohon Pinang, Petani di Kupang Kritis

Sepeda Motor Tabrakan, Dua Pengendara Tewas di Tempat

Sepeda Motor Tabrakan, Dua Pengendara Tewas di Tempat

Hendak ke Malaysia, Tujuh Calon PMI Non Prosedural Diamankan di Bandara El Tari Kupang

Hendak ke Malaysia, Tujuh Calon PMI Non Prosedural Diamankan di Bandara El Tari Kupang

Keponakan Pembunuh IRT di Kupang Ditahan dan Terancam Penjara Seumur Hidup

Keponakan Pembunuh IRT di Kupang Ditahan dan Terancam Penjara Seumur Hidup

Tim Sasando Satlantas Polresta Kupang Kota Perangi Aksi Balap Liar dan Berantas Knalpot Brong

Tim Sasando Satlantas Polresta Kupang Kota Perangi Aksi Balap Liar dan Berantas Knalpot Brong

Komentar
Berita Terbaru