Safety Ridding dan Klaim Asuransi Jadi Topik Bahasan Jasa Raharja-Satlantas Dan Bhayangkari Polres Sumba Timur Saat “Ngobrol Santai”
digtara.com -Suasana acara rutin Bhayangkari Cabang Sumba Timur pada Jumat (17/7/2026) petang beda dari biasanya.
Baca Juga:
Mengangkat tema "Perempuan Cerdas, Keluarga Selamat di Jalan", acara yang digelar di Aula Bhayangkari Polres Sumba Timur ini jadi ajang ngobrol santai.
Tujuannya satu: bikin para pengendara di rumah makin paham aturan, dan keluarga makin aman.
Dari Satlantas Polres Sumba Timur, hadir Kasat Lantas, AKP Rahmat Agus Ibrahim dan Kanit Regident, Ipda Zulkarnaen yang membongkar habis soal safety riding versi kekinian.
Mulai dari pentingnya membayar pajak kendaraan, pentingnya helm SNI, bahaya main HP saat nyetir, sampai trik biar anak-anak nggak rebutan boncengan tiga.
Baca Juga:"Polisi itu bukan musuh di jalan. Kami hadir biar ibu-ibu dan keluarga di Sumba Timur selamat. Ingat ya Bu, tertib itu keren. Patuh itu ngetrend," tegasnya disambut tepuk tangan.
Tidak kalah penting, giliran Jasa Raharja Sumba Timur yang maju. Perwakilan Jasa Raharja, Rahmadony, menjelaskan dengan bahasa yang gampang dipahami apa sebenarnya Jasa Raharja, dan bagaimana cara klaim santunannya kalau terjadi musibah kecelakaan lalu lintas.
"Banyak yang masih mikir Jasa Raharja itu asuransi. Padahal kami adalah perlindungan dasar. Iuran yang Bapak- Ibu bayar tiap tahun di pajak kendaraan, itu buat jaga-jaga. Kalau ada kecelakaan, ada kami yang hadir," jelasnya.
Ia juga membocorkan tips biar proses klaim tidak ribet yakni langsung lapor ke kepolisian, simpan semua dokumen, dan hubungi kantor Jasa Raharja terdekat.
"Jangan sampai haknya tidak diambil karena tidak tahu caranya," tambah dia.
Ketua Bhayangkari Cabang Sumba Timur, Ny. Gede Harimbawan mengatakan kalau kegiatan ini sangat penting karena perempuan punya peran besar di rumah.
"Ibu-ibu ini yang paling sering ingatkan suami dan anak mau berangkat kerja atau sekolah. Kalau ibunya paham, pesan keselamatan pasti nyampe ke seluruh anggota keluarga," ujarnya.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang super hidup. Mulai dari "bagaimana kalau STNK mati?" sampai "Anak SMP boleh boncengan?" semua dijawab tuntas.
Baca Juga:
Ratusan Siswa di Sumba Timur Diingatkan Soal Bahaya Narkoba
Berkas Lengkap, Tersangka Percobaan Pembunuhan di Sumba Timur Diserahkan ke Kejaksaan
Satresnarkoba Polres Sumba Timur Intensifkan Pencegahan Narkoba
Dihadapan Anggota DPR RI Dan Bupati, Kapolres Sumba Timur Beri Penghargaan Bagi Anggota Berprestasi
Taat Bayar Pajak Kendaraan, Warga Sumba Timur Dapat Diskon dari Hotel Padadita