Minggu, 14 Juni 2026

Rupiah Diprediksi Masih Fluktuatif, Berpotensi Melemah pada Perdagangan Rabu

Arie - Rabu, 03 Juni 2026 08:36 WIB
Rupiah Diprediksi Masih Fluktuatif, Berpotensi Melemah pada Perdagangan Rabu
net
Ilustrasi.

digtara.com - Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan Rabu (3/6/2026) setelah ditutup melemah pada sesi sebelumnya. Pada perdagangan Selasa (2/6/2026), rupiah terkoreksi 34 poin atau 0,19 persen ke level Rp17.839 per dolar Amerika Serikat (AS).

Baca Juga:

Di saat yang sama, indeks dolar AS tercatat melemah tipis sebesar 0,06 persen ke posisi 99,13. Meski dolar global cenderung melemah, tekanan terhadap rupiah masih datang dari ketidakpastian geopolitik internasional dan sejumlah sentimen ekonomi domestik.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pasar masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang belum menunjukkan arah yang jelas.

Menurutnya, pernyataan yang saling bertolak belakang terkait negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran menimbulkan ketidakpastian di pasar keuangan global. Presiden AS, Donald Trump, sempat menyebut pembicaraan dengan Iran masih berlangsung, sementara pihak Teheran menyatakan telah menghentikan proses negosiasi.

Trump juga menyampaikan harapannya agar kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz dapat tercapai dalam waktu dekat.

Selain itu, perkembangan terbaru di Lebanon turut menjadi perhatian investor setelah diumumkannya gencatan senjata parsial antara kelompok Hizbullah dan Israel. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi sinyal deeskalasi terbatas di kawasan yang selama ini menjadi sumber ketidakpastian pasar energi global.

Baca Juga:
Dari dalam negeri, pelaku pasar menyoroti sejumlah indikator ekonomi yang dirilis baru-baru ini. Badan Pusat Statistik melaporkan inflasi tahunan (year-on-year) pada Mei 2026 sebesar 3,08 persen. Sementara itu, Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 111,09 pada April menjadi 111,40 pada Mei 2026.

Di sektor manufaktur, aktivitas industri menunjukkan perbaikan. Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur Indonesia naik ke level 50,0 pada Mei 2026 setelah sebelumnya berada di zona kontraksi pada level 49,1 di April 2026.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz

Rupiah Diproyeksikan Menguat, Bergerak di Kisaran Rp17.900–Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksikan Menguat, Bergerak di Kisaran Rp17.900–Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Menguat ke Rp17.944 per Dolar AS, Didukung Sentimen Domestik

Rupiah Menguat ke Rp17.944 per Dolar AS, Didukung Sentimen Domestik

Rupiah Diproyeksikan Bergerak Fluktuatif, Berpotensi Melemah ke Rp18.100 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksikan Bergerak Fluktuatif, Berpotensi Melemah ke Rp18.100 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksikan Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak ke Rp18.350 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksikan Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak ke Rp18.350 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksikan Kembali Melemah, Berpotensi Bergerak ke Rp18.120 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksikan Kembali Melemah, Berpotensi Bergerak ke Rp18.120 per Dolar AS

Komentar
Berita Terbaru