Sabtu, 17 Oktober 2026

Rupiah Diproyeksi Bergerak di Kisaran Rp18.000–Rp18.128 per Dolar AS, Pasar Nantikan Data Inflasi AS

Arie - Senin, 13 Juli 2026 09:35 WIB
Rupiah Diproyeksi Bergerak di Kisaran Rp18.000–Rp18.128 per Dolar AS, Pasar Nantikan Data Inflasi AS
net
Ilustrasi.

digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.128 per dolar AS sepanjang perdagangan pekan ini. Pergerakan mata uang Garuda masih ditopang oleh cadangan devisa Indonesia yang kuat, meski pelaku pasar tetap mencermati rilis data inflasi inti (Core Consumer Price Index/Core CPI) Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Baca Juga:

Pada penutupan perdagangan Jumat (10/7/2026), rupiah menguat 63 poin atau 0,35 persen ke level Rp18.065 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp18.128 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, mengatakan penguatan rupiah masih didukung oleh posisi cadangan devisa Indonesia yang memadai serta komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

"Rupiah masih ditopang oleh cadangan devisa yang memadai serta komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar. Kedua faktor tersebut diharapkan mampu meredam tekanan apabila gejolak di pasar keuangan global kembali meningkat," ujar Muhammad.

Bank Indonesia mencatat cadangan devisa nasional meningkat menjadi US$145,6 miliar pada akhir Juni 2026, dibandingkan US$144,9 miliar pada bulan sebelumnya. Peningkatan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memperkuat ketahanan rupiah terhadap tekanan eksternal.

Meski demikian, Muhammad menilai ruang penguatan rupiah masih relatif terbatas karena investor menunggu sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, terutama inflasi inti yang akan menjadi acuan bagi Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Baca Juga:
Menurutnya, apabila data Core CPI AS dirilis lebih tinggi dari perkiraan pasar, ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga tinggi The Fed akan kembali meningkat. Kondisi tersebut berpotensi memperkuat dolar AS sekaligus memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS, Pasar Menanti Arah Suku Bunga The Fed

Rupiah Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS, Pasar Menanti Arah Suku Bunga The Fed

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah, Cek Proyeksi Kurs Dolar AS Selasa 13 Oktober 2026

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah, Cek Proyeksi Kurs Dolar AS Selasa 13 Oktober 2026

Rupiah Hari Ini 12 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Dolar AS Berpotensi Tembus Rp17.950

Rupiah Hari Ini 12 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Dolar AS Berpotensi Tembus Rp17.950

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 9 Oktober 2026, Dolar AS Bertahan di Level Tinggi

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 9 Oktober 2026, Dolar AS Bertahan di Level Tinggi

Komentar
Berita Terbaru