Senin, 12 Oktober 2026

Rupiah Hari Ini 12 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Dolar AS Berpotensi Tembus Rp17.950

Arie - Senin, 12 Oktober 2026 08:30 WIB
Rupiah Hari Ini 12 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Dolar AS Berpotensi Tembus Rp17.950
net
Ilustrasi.

digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (12/10/2026) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS.

Baca Juga:

Mengacu pada analisis Doo Financial Futures, rupiah pada penutupan perdagangan Jumat (9/10/2026) menguat 16 poin atau 0,09 persen menjadi Rp17.899 per dolar AS.

Penguatan rupiah tersebut sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia yang juga menguat terhadap dolar AS. Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati perkembangan ekonomi global, harga minyak mentah, serta imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Mayoritas Mata Uang Asia Menguat terhadap Dolar AS

Pada perdagangan Jumat, baht Thailand mencatat penguatan terbesar di antara mata uang Asia yang disebutkan, yakni 0,37 persen terhadap dolar AS.

Yuan China menyusul dengan penguatan 0,14 persen. Sementara itu, peso Filipina dan ringgit Malaysia masing-masing menguat 0,11 persen.

Dolar Singapura naik 0,10 persen, sedangkan rupee India dan dolar Taiwan masing-masing menguat 0,04 persen. Dolar Hong Kong juga mencatat kenaikan tipis sebesar 0,01 persen.

Baca Juga:
Sebaliknya, yen Jepang melemah 0,29 persen terhadap dolar AS, diikuti won Korea Selatan yang turun 0,14 persen.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa mayoritas mata uang kawasan Asia mencatat penguatan, meskipun respons setiap mata uang terhadap dinamika pasar global berbeda-beda.

Ini Faktor yang Menopang Penguatan Rupiah

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah pada perdagangan sebelumnya didukung kombinasi faktor eksternal dan perkembangan ekonomi domestik.

Dari pasar global, dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS mengalami penurunan setelah lelang obligasi pemerintah AS bertenor 30 tahun mencatat permintaan yang kuat. Kondisi tersebut turut memberikan dukungan bagi pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Penurunan harga minyak mentah dunia juga dinilai memberikan ruang bagi rupiah. Harga energi menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar karena dapat memengaruhi tekanan eksternal terhadap perekonomian Indonesia.

Dari dalam negeri, penguatan rupiah turut ditopang oleh data penjualan ritel Indonesia pada Agustus yang dirilis Bank Indonesia. Menurut Lukman, pertumbuhan penjualan ritel tersebut merupakan yang tertinggi dalam lima bulan terakhir.

Data konsumsi domestik menjadi salah satu indikator yang dicermati investor untuk menilai kondisi ekonomi Indonesia.

Investor Pantau Inflasi AS dan Imbal Hasil Obligasi

Memasuki pekan ini, pelaku pasar diperkirakan masih mencermati pergerakan harga minyak mentah dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Lukman Leong mengatakan, perhatian investor juga akan tertuju pada data inflasi Amerika Serikat, terutama indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI) dan indeks harga produsen atau Producer Price Index (PPI).

Kedua indikator tersebut dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter AS. Perubahan ekspektasi suku bunga selanjutnya berpotensi memengaruhi pergerakan dolar AS dan nilai tukar mata uang negara lain, termasuk rupiah.

Baca Juga:
Dengan fokus pasar yang masih tertuju pada perkembangan ekonomi global, rupiah berpotensi bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan Senin.

Investor tetap perlu memperhatikan bahwa proyeksi nilai tukar merupakan perkiraan berdasarkan kondisi dan informasi yang tersedia, sehingga realisasi pergerakan rupiah dapat berbeda dari rentang yang diperkirakan.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 9 Oktober 2026, Dolar AS Bertahan di Level Tinggi

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 9 Oktober 2026, Dolar AS Bertahan di Level Tinggi

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 8 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Cek Proyeksinya

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 8 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Cek Proyeksinya

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 7 Oktober 2026 Diprediksi Konsolidasi, Cek Proyeksinya

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 7 Oktober 2026 Diprediksi Konsolidasi, Cek Proyeksinya

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 6 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Cek Proyeksinya

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 6 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Cek Proyeksinya

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 5 Oktober 2026 Diprediksi Rp17.880-Rp17.930 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 5 Oktober 2026 Diprediksi Rp17.880-Rp17.930 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 2 Oktober 2026 Diprediksi Rp17.900-Rp18.050 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 2 Oktober 2026 Diprediksi Rp17.900-Rp18.050 per Dolar AS

Komentar
Berita Terbaru