Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan kembali melemah pada perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026. Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah bergerak fluktuatif dan ditutup di kisaran Rp17.900 hingga Rp17.950 per dolar AS.
Baca Juga:
Pada saat yang sama, indeks dolar AS menguat 0,02 poin ke level 102,19. Kondisi ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut di tengah kuatnya dolar AS dan ketidakpastian ekonomi global.
Dolar AS Masih Kuat Menjelang Rilis Inflasi
Mengutip laporan Trading Economics, Bank Indonesia (BI) terus menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri.Meski demikian, sentimen pasar masih rentan karena dolar AS bertahan kuat menjelang rilis data inflasi penting Amerika Serikat. Data tersebut menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor untuk memperkirakan arah kebijakan moneter AS.
Selain perkembangan ekonomi, risiko geopolitik juga membayangi pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Baca Juga:Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa konflik geopolitik dan gangguan pasokan energi berpotensi menimbulkan tekanan bagi negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia.
IMF Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Di tengah risiko eksternal tersebut, IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5,1 persen, dari perkiraan sebelumnya sebesar 5 persen.Revisi proyeksi tersebut mempertimbangkan langkah pemerintah untuk menopang daya beli rumah tangga serta perkiraan percepatan belanja pemerintah menjelang akhir tahun.
Namun, prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih baik belum sepenuhnya menghilangkan tekanan terhadap rupiah. Pergerakan mata uang domestik masih dipengaruhi oleh kekuatan dolar AS, kebutuhan pembiayaan eksternal, dan perubahan arus modal asing.
Pelaku pasar juga mencermati tinjauan MSCI terhadap pasar saham Indonesia yang dijadwalkan pada November 2026. Ketidakpastian menjelang evaluasi tersebut, ditambah kondisi pendanaan global yang lebih ketat, berpotensi memengaruhi sentimen investor terhadap aset Indonesia.
Ibrahim Assuaibi Prediksi Rupiah Melemah pada 15 Oktober
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menilai pergerakan rupiah masih menghadapi tekanan, terutama akibat konflik geopolitik.Ia memperkirakan rupiah pada perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026, akan bergerak fluktuatif, tetapi berakhir melemah di rentang Rp17.900 hingga Rp17.950 per dolar AS.
Sementara itu, untuk perdagangan sepanjang pekan ini, Ibrahim memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.780 hingga Rp18.060 per dolar AS.
Perkiraan tersebut merupakan proyeksi pasar, bukan kepastian arah nilai tukar. Pergerakan rupiah selanjutnya akan bergantung pada perkembangan dolar AS, data inflasi Amerika Serikat, dinamika geopolitik, serta arus modal asing.
Baca Juga:
Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya
Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah, Cek Proyeksi Kurs Dolar AS Selasa 13 Oktober 2026
Rupiah Hari Ini 12 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Dolar AS Berpotensi Tembus Rp17.950
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 9 Oktober 2026, Dolar AS Bertahan di Level Tinggi
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 8 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Cek Proyeksinya