Rupiah Diproyeksi Bergerak di Kisaran Rp18.000–Rp18.128 per Dolar AS, Pasar Nantikan Data Inflasi AS
digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.128 per dolar AS sepanjang perdagangan pekan ini. Pergerakan mata uang Garuda masih ditopang oleh cadangan devisa Indonesia yang kuat, meski pelaku pasar tetap mencermati rilis data inflasi inti (Core Consumer Price Index/Core CPI) Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Baca Juga:
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, mengatakan penguatan rupiah masih didukung oleh posisi cadangan devisa Indonesia yang memadai serta komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar.
"Rupiah masih ditopang oleh cadangan devisa yang memadai serta komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar. Kedua faktor tersebut diharapkan mampu meredam tekanan apabila gejolak di pasar keuangan global kembali meningkat," ujar Muhammad.
Bank Indonesia mencatat cadangan devisa nasional meningkat menjadi US$145,6 miliar pada akhir Juni 2026, dibandingkan US$144,9 miliar pada bulan sebelumnya. Peningkatan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memperkuat ketahanan rupiah terhadap tekanan eksternal.
Meski demikian, Muhammad menilai ruang penguatan rupiah masih relatif terbatas karena investor menunggu sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, terutama inflasi inti yang akan menjadi acuan bagi Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.
Baca Juga:Menurutnya, apabila data Core CPI AS dirilis lebih tinggi dari perkiraan pasar, ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga tinggi The Fed akan kembali meningkat. Kondisi tersebut berpotensi memperkuat dolar AS sekaligus memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Sebaliknya, apabila inflasi inti berada di bawah ekspektasi, dolar AS diperkirakan melemah sehingga membuka peluang bagi rupiah untuk melanjutkan penguatannya.
Di sisi lain, arus modal asing dan kebijakan stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia juga diperkirakan masih menjadi faktor penting yang menentukan arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.
Dengan berbagai sentimen tersebut, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp18.000 hingga Rp18.128 per dolar AS selama sepekan ke depan.
Baca Juga:
Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Kisaran Rp18.050–Rp18.200 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.950–Rp18.050 per Dolar AS
Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diproyeksikan di Kisaran Rp17.950–Rp18.050 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksikan Bergerak di Kisaran Rp17.950–Rp18.050 per Dolar AS
Rupiah Berpeluang Menguat Pekan Ini, Data Ekonomi Domestik Jadi Penentu