Redam Konflik, Polres Flores Timur Kedepankan Pendekatan Humanis Dan Kearifan Lokal
digtara.com - Polres Flores Timur bersama jajaran Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengedepankan pendekatan humanis dan kearifan lokal dalam meredam konflik yang terjadi di wilayah perbatasan Dusun Bele, Desa Waiburak, dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.Sebagai langkah menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Flores Timur bersinergi dengan TNI dan Kompi 1 Batalyon B Satuan Brimob Polda NTT melaksanakan pengamanan terpadu pada Minggu (19/7/2026).
Baca Juga:
Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra menjelaskan bahwa peristiwa yang terjadi dipicu oleh persoalan batas wilayah yang telah berlangsung cukup lama dan merupakan konflik laten yang memerlukan penyelesaian secara bijaksana.
"Konflik ini bukan sekadar persoalan yang muncul hari ini, tetapi memiliki akar sejarah yang panjang terkait batas wilayah. Oleh karena itu, penyelesaiannya tidak cukup hanya melalui pendekatan hukum, melainkan juga harus mengedepankan nilai-nilai adat dan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur masyarakat Adonara," ujar AKBP Adhitya Octorio Putra pada Senin (20/7/2026).
Menurut Kapolres, masyarakat Adonara memiliki budaya Lamaholot yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan atau kaka ari.
Nilai-nilai tersebut diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun kembali hubungan yang harmonis antarmasyarakat.
Baca Juga:"Kami percaya para tokoh adat memiliki peran yang sangat penting dalam memulihkan hubungan yang sempat renggang. Melalui dialog adat, musyawarah, dan penghormatan terhadap mekanisme hukum adat, kami optimistis penyelesaian yang bermartabat dapat tercapai sehingga perdamaian dapat terwujud secara berkelanjutan," ujarnya.
Kapolres Flores Timur mengungkapkan bahwa pemerintah daerah bersama unsur TNI-Polri telah memfasilitasi berbagai upaya penyelesaian, salah satunya melalui Sarasehan Penanganan Konflik Komunal Kabupaten Flores Timur Tahun 2026 yang dilaksanakan di Desa Horinara, Kecamatan Kelubagolit.
Forum tersebut menjadi ruang bersama bagi para tokoh adat, tokoh masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan untuk membangun komunikasi serta mencari solusi yang mengedepankan nilai-nilai budaya dan persaudaraan.
Selain melakukan pengamanan, Polres Flores Timur juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, terutama yang beredar melalui media sosial.
AS Serang Iran Lagi, Harga Minyak Melambung di Atas USD 90 per Barel
Anggota Polairud Bagi Bendera Pada Nelayan Pesisir dan Alat Tulis Bagi Anak Sekolah di Flores Timur
Ritual Bau Lolon Satukan Dua Kampung Yang Bertikai di Flores Timur
Wakapolda NTT Kawal Rekonsiliasi Adonara-Flores Timur
Sempat Terlibat Konflik, Masyarakat Lowonara dan Belle di Flores Timur Gelar Perdamaian Adat