Minggu, 30 Agustus 2026

Rupiah Diproyeksi Bergerak Fluktuatif, Sentimen Konflik AS-Iran Masih Membayangi

Arie - Rabu, 15 Juli 2026 09:00 WIB
Rupiah Diproyeksi Bergerak Fluktuatif, Sentimen Konflik AS-Iran Masih Membayangi
net
Ilustrasi.

digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Rabu (15/7/2026). Rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp18.090 hingga Rp18.140 per dolar AS, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Baca Juga:

Berdasarkan data Doo Financial Futures, rupiah ditutup menguat 18 poin atau 0,10 persen ke level Rp18.091 per dolar AS pada perdagangan Selasa (14/7/2026). Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) tercatat melemah 0,08 persen ke posisi 101,15.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengatakan rupiah sempat menguat hingga 25 poin selama perdagangan intraday. Namun, penguatan tersebut menyusut setelah pasar kembali merespons meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

"Rupiah sempat menguat lebih besar, tetapi penguatannya terpangkas akibat meningkatnya ketegangan geopolitik sehingga akhirnya ditutup naik sekitar 18 poin," ujar Ibrahim.

Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen Pasar

Menurut Ibrahim, perhatian pelaku pasar tertuju pada kebijakan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kembali memberlakukan blokade angkatan laut terhadap Iran mulai Selasa waktu setempat.

Kebijakan tersebut ditujukan untuk membatasi lalu lintas kapal yang memiliki keterkaitan dengan Iran, sementara kapal dagang netral tetap diperbolehkan melintasi jalur pelayaran.

Baca Juga:
Selain itu, pemerintah AS juga mengumumkan rencana penerapan pungutan sebesar 20 persen terhadap kargo yang melintasi Selat Hormuz guna membiayai pengamanan kawasan.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya distribusi minyak global, mengingat sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut.

"Investor masih mencermati risiko gangguan pasokan energi apabila eskalasi konflik terus berlanjut. Kondisi ini dapat memicu kenaikan harga minyak sekaligus meningkatkan tekanan inflasi global," kata Ibrahim.

The Fed dan Harga Minyak Jadi Sorotan

Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati pernyataan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang menyebut kenaikan suku bunga masih menjadi opsi apabila inflasi Amerika Serikat kembali meningkat.

Menurut Ibrahim, kombinasi kenaikan harga minyak dan peluang suku bunga tinggi berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan global, sekaligus memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Peringkat Kredit Indonesia Jadi Penopang

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan prospek stabil.

S&P juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada di kisaran 5 persen per tahun dalam tiga tahun ke depan.

Menurut Ibrahim, keputusan tersebut menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia masih dinilai kuat di tengah ketidakpastian global.

"S&P mempertahankan peringkat Indonesia karena didukung prospek pertumbuhan ekonomi yang solid, kebijakan makroekonomi yang prudent, serta rasio utang pemerintah dan utang luar negeri yang relatif lebih rendah dibandingkan negara-negara dengan peringkat serupa," ujarnya.

Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen global dan domestik tersebut, rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan hari ini dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp18.090–Rp18.140 per dolar AS.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini 28 Agustus 2026 Diprediksi Melemah, Cek Proyeksi Kurs terhadap Dolar AS

Rupiah Hari Ini 28 Agustus 2026 Diprediksi Melemah, Cek Proyeksi Kurs terhadap Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026: Diproyeksi Melemah ke Rp17.760

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026: Diproyeksi Melemah ke Rp17.760

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 Diprediksi Melemah

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 Diprediksi Melemah

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 24 Agustus 2026, Cek Prediksi dan Pergerakannya

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 24 Agustus 2026, Cek Prediksi dan Pergerakannya

Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026

Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 20 Agustus 2026 Berpotensi Menguat

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 20 Agustus 2026 Berpotensi Menguat

Komentar
Berita Terbaru