Sabtu, 15 Agustus 2026

Tidak Intimidasi Dokter Icha, Kuasa Hukum Terlapor Sebut Hanya Diskusi Soal Penanganan Pasien

Imanuel Lodja - Rabu, 15 Juli 2026 07:50 WIB
Tidak Intimidasi Dokter Icha, Kuasa Hukum Terlapor Sebut Hanya Diskusi Soal Penanganan Pasien
ist
Amos Lafu, Anggota kuasa para terlapor usai mendampingi klien nya menjalani pemeriksaan di Polda NTT

digtara.com -Tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) dan seorang dokter hewan berstatus ASN membantah tudingan melakukan intimidasi terhadap almarhumah dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha saat menangani pasien gigitan ular di RS Leona Kefamenanu.

Baca Juga:

Bantahan ini disampaikan melalui anggota tim kuasa hukum, Amos Lafu di Polda NTT pada Selasa (14/7/2026) petang.

Amos mengatakan seluruh keterangan telah disampaikan kepada penyidik Polda NTT saat pemeriksaan pada Selasa siang hingga petang.

Menurut Amos, peristiwa pada 13 Juni 2026 merupakan diskusi yang berlangsung alot mengenai pelayanan medis, bukan tindakan intimidasi ataupun pemaksaan kehendak.

"Secara prinsip kami tegaskan bahwa tidak ada intimidasi yang dilakukan berdasarkan keterangan dari klien kami. Yang terjadi adalah diskusi mengenai kualitas pelayanan sebagai hak keluarga pasien," katanya.

Amos menjelaskan keluarga pasien mempertanyakan alasan dr. Icha tidak memberikan serum antibisa ular (anti venom).

Baca Juga:
Saat itu, keluarga mengaku belum memperoleh penjelasan utuh mengenai hasil pemeriksaan medis.

Ia menyebut pembicaraan tidak hanya berlangsung dengan dr. Icha, tetapi juga melibatkan dr. Nur dan Direktur RS Leona.

Setelah penjelasan diberikan, persoalan disebut sudah selesai saat itu.

Menurutnya, keempat kliennya juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada manajemen RS Leona Kefamenanu, termasuk kepada dr. Icha.

Amos menyebut seluruh tindakan kliennya merupakan reaksi spontan karena panik melihat kondisi anggota keluarga yang menjadi korban gigitan ular.

Empat terlapor dalam kasus dugaan intimidasi terhadap almarhumah dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha menjalani pemeriksaan di Mapolda NTT pada Selasa (14/7/2026), sekitar pukul 10.40 WITA.

Keempatnya diperiksa sebagai saksi terlapor oleh tim Joint Investigation Polda NTT yang menangani laporan dugaan intimidasi yang diajukan keluarga dr. Icha.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Gelar Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan 2026, Kapolda Tekankan Pencegahan dan Deteksi Dini

Gelar Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan 2026, Kapolda Tekankan Pencegahan dan Deteksi Dini

Presiden Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan, Salah Satunya Jembatan Merah Putih Presisi Takari Hasil Kerja Brimob Polda NTT

Presiden Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan, Salah Satunya Jembatan Merah Putih Presisi Takari Hasil Kerja Brimob Polda NTT

Anggota Ditpolairud Polda NTT Kembali Bagikan Bendera Merah Putih Pada Nelayan di Sumba Timur

Anggota Ditpolairud Polda NTT Kembali Bagikan Bendera Merah Putih Pada Nelayan di Sumba Timur

Polairud di Manggarai Barat Bantu Evakuasi Ibu Hamil dari Pulau Papagarang

Polairud di Manggarai Barat Bantu Evakuasi Ibu Hamil dari Pulau Papagarang

Gandeng Kelompok Tani di Malaka, Polda NTT Siapkan Lahan Penanaman Bawang Putih

Gandeng Kelompok Tani di Malaka, Polda NTT Siapkan Lahan Penanaman Bawang Putih

Polairud Polda NTT Salurkan Ribuan Liter Air Bersih Bagi Warga di Pulau Kera

Polairud Polda NTT Salurkan Ribuan Liter Air Bersih Bagi Warga di Pulau Kera

Komentar
Berita Terbaru