Jumat, 13 Februari 2026

Remaja di Amfoang Barat Laut-Kupang Temukan Ayahnya Tewas Tenggelam dalam Sungai

Imanuel Lodja - Senin, 19 Januari 2026 10:26 WIB
Remaja di Amfoang Barat Laut-Kupang Temukan Ayahnya Tewas Tenggelam dalam Sungai
ist
Remaja di Amfoang Barat Laut-Kupang Temukan Ayahnya Tewas Tenggelam Dalam Sungai

digtara.com -Tayersi Takaeb (15), remaja di Desa Honuk, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang menemukan ayahnya, Yermias Takaeb (53) tewas tenggelam di sungai.

Baca Juga:

Jenazah warga RT 08/RW 04, Dusun IV, Desa Honuk ini ditemukan akhir pekan lalu di Sungai Oemolo (kali kecil) sekitar pukul 10.00 Wita.

Korban Yermias Takaeb pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya dalam kondisi tubuh terlentang di dalam sungai, dengan kepala berada di celah lubang batu dan hanya bagian kaki yang terlihat dari permukaan air.

Peristiwa ini bermula pada Rabu (15/1/2026) pagi sekitar pukul 08.00 Wita, saat korban berpamitan kepada keluarga untuk memperbaiki pipa air yang biasa digunakan sehari-hari.

Baca Juga:
Namun hingga beberapa waktu kemudian, korban tidak juga kembali ke rumah.

Merasa khawatir, istri korban, Silpa Akulas (48) kemudian menyusul ke lokasi sungai yang menjadi tempat penampungan air bersih keluarga.

Setibanya di lokasi, Silpa Akulas tidak menemukan korban, namun hanya mendapati sandal dan parang milik korban berada di sekitar sungai.

Silpa kemudian kembali ke rumah dan memberitahukan hal tersebut kepada anaknya Tayersi Takaeb (15) serta seorang warga bernama Nelson Tabelak.

Anak korban segera mendahului menuju sungai untuk mencari korban, disusul oleh ibunya.

Sesampainya di lokasi, Tayersi Takaeb menemukan ayahnya berada di dalam sungai dalam kondisi tidak bergerak.

Baca Juga:
Penemuan tersebut segera diberitahukan kepada sang ibu, yang kemudian masuk ke dalam sungai dan mengangkat korban ke permukaan.

Sekitar pukul 10.00 Wita, Nelson Tabelak tiba di lokasi dan bersama beberapa warga lainnya membantu mengevakuasi korban ke rumah duka.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh petugas medis dari Puskesmas Amfoang Barat Laut, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Namun terdapat beberapa luka lecet ringan, di antaranya luka di pelipis kanan berdiameter sekitar 2 centimeter diduga akibat tergores ranting atau kayu di sekitar TKP.

Ada juga luka pada mata kiri, memar pada bagian depan kaki kanan dan kiri, lecet pada bagian luar mata kaki kanan dan mulut korban mengeluarkan busa.

Petugas memperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari dua jam sebelum ditemukan.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Mobil dan Tempat Usaha Tertimpa Pohon Tumbang di Kupang

Mobil dan Tempat Usaha Tertimpa Pohon Tumbang di Kupang

Air Meluap, Mobil Pengawal Bupati Kupang Terseret Arus Banjir di Kali Siumate

Air Meluap, Mobil Pengawal Bupati Kupang Terseret Arus Banjir di Kali Siumate

Cabuli Anak Dibawah Umur, Sopir Angkot di Kota Kupang Terancam 15 Tahun Penjara

Cabuli Anak Dibawah Umur, Sopir Angkot di Kota Kupang Terancam 15 Tahun Penjara

Undana Apresiasi Alumni Lolos SIPSS, Rektor Pesan Jaga Nama Baik Almamater dan Terus Berdampak

Undana Apresiasi Alumni Lolos SIPSS, Rektor Pesan Jaga Nama Baik Almamater dan Terus Berdampak

IRT di Kupang Terluka daat Kompor Meledak

IRT di Kupang Terluka daat Kompor Meledak

Berkas Perkara Lengkap, Tersangka Anak Bunuh Ayah di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Berkas Perkara Lengkap, Tersangka Anak Bunuh Ayah di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Komentar
Berita Terbaru