Terungkap! Prada Lucky Alami Penyiksaan Berat Sebelum Tewas
digtara.com -Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang tewas diduga akibat mengalami kekerasan oleh para seniornya mengalami penyiksaan berat akibat dicambuk secara berulang kali oleh para seniornya menggunakan kabel dan selang.
Baca Juga:
Penyiksaan secara berulang tersebut disampaikan Oditur Militer saat membacakan dakwaan terhadap 17 prajurit TNI Angkatan Darat (AD) yang duduk sebagai terdakwa dalam kasus penganiayaan terhadap bawahan yang mengakibatkan Prada Lucky meninggal dunia.
Pembacaan dakwaan tersebut disampaikan oditur militer, Letkol Chk. Yusdiharto dan Letkol Chk. Alex Panjaitan dalam sidang di Pengadilan Militer III-15 Kupang, Selasa (28/10/2025) dengan nomor perkara 41-K/PM.III-15/AD/X/2025 kasus penganiayaan terhadap bawahan.
Sidang dimulai pukul 10.30 Wita dengan ketua majelis hakim Mayor Chk. Subiyatno dan dua hakim anggota yakni Kapten Chk. Dennis Carol Napitupulu dan Kapten Chk Zainal Arifin Anang Yulianto.
Baca Juga:
Penganiayaan mulai dialami Prada Lucky sejak 27 Juli 2025 malam sekitar pukul 20.00 wita saat apel malam dan pemeriksaan telepon seluler anggota Kompi A yang dipimpin Komandan Kompi A, Lettu Ahmad Faisal (terdakwa dalam berkas terpisah).
"Bahwa pada tanggal 27 Juli 2025 sekitar pukul 20.00 wita Kompi A Yonif TP 834/WM melaksanakan pengecekan apel malam personel setelah pelaksanaan IB (Ijin bermalam) yang dipimpin oleh Dankipan A, Lettu Infanteri Ahmad Faisal," kata Oditur Militer Letkol Chk. Yusdiharto membacakan dakwaan.
Saat apel tersebut, Lettu Ahmad Faisal memberi perintah kepada Letda Roni Setiawan untuk mengecek telepon seluler milik anggota untuk mencegah anggota melakukan permainan judi online.
Saat melakukan pengecekan tersebut seorang anggota diperintahkan memeriksa telepon seluler milik korban dan ditemukan ada chat melalui aplikasi whatsapp yang diduga korban mengalami penyimpangan seksual.
Temuan tersebut lalu dilaporkan oleh anggota yang memeriksa handphone milik korban ke Danki A, Lettu Ahmad Faisal dan handphone tersebut lalu diperiksa oleh Lettu Ahmad Faisal.
Baca Juga:
Mantan Rektor Aniaya Rektor IAKN di Halaman Kampus
Polisi Hentikan Pesta Dengan Bunyi Musik Yang Mengganggu Kenyamanan Warga
Pria Diduga Debt Colector di Kupang Diamankan Jatanras Polresta Kupang Kota
Mabuk Miras, Pemuda di Kota Kupang Ribut di Depan Rumah Sakit
Mahasiswa Sabu Raijua di Kupang Datangi Polda NTT Pertanyakan Penanganan Kasus Cabul Anak Dibawah Umur
Polsek Maulafa Bubarkan Pesta Miras Hingga Dini Hari Saat Patroli
Mantan Rektor Aniaya Rektor IAKN di Halaman Kampus
Rony Yuwono Resmi Nahkodai PWI Kabupaten Semarang, Persatuan Jadi Prioritas
104 Ekor Kuda Ditemukan di Lokasi Penampungan di Sumba Tengah, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif
Polres Manggarai Barat dan Ditpolairud Polda NTT Salurkan 2,5 Ton Logistik Bagi Korban Gempa Lewat Jalur Laut
Kuda di Sumba Tengah Hilang Ditemukan Pemilik di Lokasi Penampungan
3 HP RAM 12GB Harga Rp3 Jutaan, Sudah 5G dan Cocok untuk Gaming
Akses Terbatas, Kapolres Manggarai Timur Antar Bantuan Warga Terdampak Gempa Pakai Sepeda Motor