Rabu, 09 September 2026

Rupiah Menguat ke Rp17.944 per Dolar AS, Didukung Sentimen Domestik

Arie - Rabu, 10 Juni 2026 17:20 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.944 per Dolar AS, Didukung Sentimen Domestik
net
Ilustrasi.

digtara.com - Nilai tukar rupiah melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Mata uang Garuda ditutup di level Rp17.944 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 114 poin atau 0,63 persen dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya.

Baca Juga:

Pada awal perdagangan, rupiah sempat dibuka di level Rp17.900 per dolar AS sebelum akhirnya ditutup sedikit melemah dari posisi pembukaan, namun tetap mencatat penguatan signifikan dibandingkan hari sebelumnya.

Sejumlah analis menilai penguatan rupiah kali ini didorong oleh sentimen positif dari dalam negeri, terutama setelah pemerintah memutuskan menaikkan harga Pertamax.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan kebijakan tersebut memberikan respons positif dari pelaku pasar karena dinilai mencerminkan langkah fiskal yang lebih rasional.

Menurutnya, penguatan rupiah berpotensi berlanjut pada perdagangan berikutnya selama tidak muncul tekanan eksternal yang signifikan, khususnya terkait konflik di Timur Tengah dan pergerakan harga minyak dunia.

"Momentum positif ini masih berpeluang berlanjut apabila tidak ada tekanan eksternal yang ekstrem, terutama dari perkembangan situasi di Timur Tengah dan harga minyak global," ujar Lukman.

Baca Juga:
Selain faktor kebijakan energi, Lukman menilai pasar juga merespons positif kemungkinan Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi.

"Penguatan rupiah saat ini lebih banyak didukung sentimen domestik, terutama meningkatnya ekspektasi bahwa Bank Indonesia akan melanjutkan langkah pengetatan kebijakan moneter," katanya.

Pandangan serupa disampaikan analis Bank Woori Saudara, Rully Nova. Ia menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi memberikan dampak positif terhadap persepsi pasar terhadap kondisi fiskal pemerintah.

Menurut Rully, keputusan tersebut menunjukkan keberanian pemerintah mengambil kebijakan yang dinilai lebih rasional secara ekonomi, sekaligus mengurangi kekhawatiran terhadap beban fiskal di masa mendatang.

"Transmisi kebijakan kenaikan harga BBM nonsubsidi dipandang positif terhadap kesehatan fiskal pemerintah, sementara risiko sosial dan politik masih dianggap terkendali," ujarnya.

Penguatan rupiah juga terjadi di tengah pergerakan beragam mata uang Asia. Beberapa mata uang yang turut menguat terhadap dolar AS antara lain won Korea Selatan yang naik 0,30 persen, peso Filipina 0,22 persen, baht Thailand 0,22 persen, rupee India 0,09 persen, serta dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,01 persen.

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia justru mengalami pelemahan. Dolar Taiwan tercatat menjadi mata uang dengan penurunan terdalam setelah terkoreksi 0,13 persen. Pelemahan juga dialami ringgit Malaysia sebesar 0,07 persen, dolar Singapura 0,06 persen, yuan China 0,03 persen, dan yen Jepang yang turun tipis 0,02 persen.

Penguatan rupiah ini menjadi sinyal positif bagi pasar keuangan domestik, meskipun investor masih akan mencermati perkembangan ekonomi global dan dinamika geopolitik yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang dalam waktu dekat.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.632 per Dolar AS, Pasar Soroti Inflasi dan Suku Bunga The Fed

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.632 per Dolar AS, Pasar Soroti Inflasi dan Suku Bunga The Fed

Rupiah Hari Ini Diproyeksi Melemah ke Rp17.680 per Dolar AS, Ini Sentimennya

Rupiah Hari Ini Diproyeksi Melemah ke Rp17.680 per Dolar AS, Ini Sentimennya

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Jumat 4 September 2026: Diprediksi Menguat ke Rp17.630

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Jumat 4 September 2026: Diprediksi Menguat ke Rp17.630

Pasar Kripto Hari Ini Mulai Bergairah, Bitcoin dan Altcoin Kompak Menguat

Pasar Kripto Hari Ini Mulai Bergairah, Bitcoin dan Altcoin Kompak Menguat

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Kamis 3 September 2026: Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Kamis 3 September 2026: Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Rabu 2 September 2026, Diprediksi Melemah

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Rabu 2 September 2026, Diprediksi Melemah

Komentar
Berita Terbaru