Rabu, 09 September 2026

Rupiah Diproyeksikan Bergerak Fluktuatif, Berpotensi Melemah ke Rp18.100 per Dolar AS

Arie - Rabu, 10 Juni 2026 08:00 WIB
Rupiah Diproyeksikan Bergerak Fluktuatif, Berpotensi Melemah ke Rp18.100 per Dolar AS
net
Ilustrasi

digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 10 Juni 2026, diperkirakan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah di kisaran Rp18.050 hingga Rp18.100 per dolar AS.

Baca Juga:

Sebelumnya, berdasarkan data RTI Infokom, rupiah berhasil menguat 170 poin atau 0,94 persen ke level Rp18.000 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (9/6/2026).

Penguatan rupiah terjadi seiring pergerakan positif sejumlah mata uang Asia. Yuan China menguat 0,19 persen, dolar Hong Kong naik 0,01 persen, won Korea Selatan menguat 0,38 persen, dan dolar Singapura naik 0,16 persen. Sementara itu, yen Jepang, baht Thailand, dan dolar Taiwan mencatat pergerakan yang relatif terbatas.

Sentimen Global Membaik

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai sentimen pasar global membaik setelah Iran dan Israel menyatakan penghentian serangan satu sama lain.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyerukan agar kedua negara segera menghentikan aksi militer. Meski demikian, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah masih menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi harga energi global.

Investor juga masih mencermati risiko inflasi yang dipicu kenaikan harga energi. Kondisi tersebut dapat membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve menjadi lebih terbatas, bahkan membuka peluang pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.

Baca Juga:
Situasi itu mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir.

BI Naikkan Suku Bunga Acuan

Dari dalam negeri, Bank Indonesia memutuskan menaikkan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.

Langkah tersebut diambil sebagai upaya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik serta untuk menjaga inflasi tetap berada dalam target pemerintah sebesar 2,5 persen ±1 persen pada 2026 dan 2027.

Bank Indonesia juga berupaya meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik melalui berbagai kebijakan, termasuk menjaga imbal hasil instrumen keuangan agar tetap kompetitif dan mendorong masuknya aliran modal asing ke Indonesia.

Proyeksi Pergerakan Rupiah

Meski sempat menguat pada perdagangan sebelumnya, pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi perkembangan geopolitik global, arah kebijakan moneter Amerika Serikat, serta respons pasar terhadap langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Pelaku pasar diperkirakan tetap mencermati perkembangan konflik Timur Tengah dan prospek suku bunga global sebagai faktor utama yang memengaruhi arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.632 per Dolar AS, Pasar Soroti Inflasi dan Suku Bunga The Fed

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.632 per Dolar AS, Pasar Soroti Inflasi dan Suku Bunga The Fed

Rupiah Hari Ini Diproyeksi Melemah ke Rp17.680 per Dolar AS, Ini Sentimennya

Rupiah Hari Ini Diproyeksi Melemah ke Rp17.680 per Dolar AS, Ini Sentimennya

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Jumat 4 September 2026: Diprediksi Menguat ke Rp17.630

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Jumat 4 September 2026: Diprediksi Menguat ke Rp17.630

Pasar Kripto Hari Ini Mulai Bergairah, Bitcoin dan Altcoin Kompak Menguat

Pasar Kripto Hari Ini Mulai Bergairah, Bitcoin dan Altcoin Kompak Menguat

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Kamis 3 September 2026: Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Kamis 3 September 2026: Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Rabu 2 September 2026, Diprediksi Melemah

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Rabu 2 September 2026, Diprediksi Melemah

Komentar
Berita Terbaru