Minggu, 19 April 2026

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS 4 Maret 2026, Berpotensi Melemah ke Rp16.910

Arie - Rabu, 04 Maret 2026 10:18 WIB
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS 4 Maret 2026, Berpotensi Melemah ke Rp16.910
net
Ilustrasi.

digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyeksikan melanjutkan pelemahan pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026. Tekanan eksternal dari konflik geopolitik di Timur Tengah hingga penguatan dolar AS menjadi sentimen utama yang membayangi pasar keuangan.

Baca Juga:

Berdasarkan data Bloomberg L.P., rupiah pada perdagangan sebelumnya terdepresiasi 0,02 persen atau 4 poin ke level Rp16.872 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS tercatat menguat 0,68 persen ke posisi 99,05 pada perdagangan pagi ini, mencerminkan penguatan mata uang Negeri Paman Sam terhadap sejumlah mata uang global.

Proyeksi Rupiah Hari Ini

Baca Juga:
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah pada kisaran Rp16.870 hingga Rp16.910 per dolar AS.

Menurutnya, tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik yang masih belum kondusif.

Sentimen Global: Konflik Timur Tengah dan Kebijakan The Fed

Dari sisi global, eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menjadi faktor dominan. Serangan udara yang saling berbalas meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan dan jalur distribusi energi global.

Ketegangan meningkat setelah laporan media Iran menyebut pejabat senior Garda Revolusi Iran menyatakan penutupan Selat Hormuz. Jalur tersebut diketahui menjadi lintasan sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas dunia.

Baca Juga:
Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati pernyataan pejabat Federal Reserve yang cenderung agresif. Sikap hawkish The Fed berpotensi memperkuat dolar AS atau greenback.

Fokus investor pekan ini juga tertuju pada data tenaga kerja AS, termasuk laporan ADP Employment Change dan Nonfarm Payrolls (NFP), yang akan memengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed.

Sentimen Domestik: Neraca Dagang Surplus

Dari dalam negeri, pasar merespons data perdagangan terbaru. Badan Pusat Statistik melaporkan neraca dagang Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.

Indonesia telah membukukan surplus neraca perdagangan selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Meski demikian, sentimen positif ini belum cukup kuat untuk menahan tekanan eksternal terhadap rupiah.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini 17 April 2026 Diprediksi Melemah Tipis, Bergerak di Kisaran Rp17.100–Rp17.200 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini 17 April 2026 Diprediksi Melemah Tipis, Bergerak di Kisaran Rp17.100–Rp17.200 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini 16 April 2026 Diprediksi Melemah, Tertekan Outflow dan Sentimen Domestik

Rupiah Hari Ini 16 April 2026 Diprediksi Melemah, Tertekan Outflow dan Sentimen Domestik

Rupiah 15 April 2026 Diprediksi Melemah ke Rp17.200 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global

Rupiah 15 April 2026 Diprediksi Melemah ke Rp17.200 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.200 per Dolar AS Hari Ini 13 April 2026, Dipicu Geopolitik dan The Fed

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.200 per Dolar AS Hari Ini 13 April 2026, Dipicu Geopolitik dan The Fed

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.140 per Dolar AS, Sentimen Timur Tengah Tekan Pasar

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.140 per Dolar AS, Sentimen Timur Tengah Tekan Pasar

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.040 per Dolar AS Hari Ini, Sentimen Global Masih Bayangi

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.040 per Dolar AS Hari Ini, Sentimen Global Masih Bayangi

Komentar
Berita Terbaru