Jumat, 28 Agustus 2026

Ribuan Warga Sikka Masih Tempati Lokasi Pengungsian

Imanuel Lodja - Jumat, 28 Agustus 2026 13:35 WIB
Ribuan Warga Sikka Masih Tempati Lokasi Pengungsian
ist
Ribuan Warga Sikka Masih Tempati Lokasi Pengungsian

digtara.com -Data pemutakhiran Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sikka hingga Kamis (27/8/2026) mencatat sebanyak 11.669 jiwa atau 3.127 kepala keluarga (KK) masih berada dalam kondisi pengungsian, baik di posko terpusat maupun secara mandiri.

Baca Juga:

Angka tersebut bukan sekadar deretan statistik. Di baliknya terdapat ribuan keluarga yang kehilangan rasa aman, rumah yang rusak, fasilitas publik yang terganggu, serta kebutuhan dasar yang terus harus dipenuhi setiap hari di tengah proses pemulihan pascabencana.

Data terbaru mencatat 49 korban jiwa, terdiri dari enam orang meninggal dunia, 23 orang luka berat, dan 20 orang luka ringan.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah bersama TNI-Polri, BPBD, kementerian, PMI, organisasi kemanusiaan, relawan, dan berbagai unsur lainnya terus mengerahkan personel dan sumber daya untuk memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan pelayanan serta kebutuhan dasar.

Dari keseluruhan warga yang mengungsi, sebanyak 961 jiwa dari 251 KK masih berada di Posko Pengungsian Terpusat Gelora Samador Da Cunha Maumere yang tersebar dalam 29 tenda.

Komposisinya terdiri dari 454 laki-laki dan 507 perempuan. Di dalamnya terdapat 18 bayi, 107 balita, 295 anak-anak, 491 orang dewasa, 43 lansia, satu ibu hamil dan enam penyandang disabilitas.

Baca Juga:
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa penanganan pengungsian bukan semata persoalan menyediakan tempat berteduh.

Didalamnya terdapat kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus, mulai dari kebutuhan bayi dan balita, kesehatan ibu hamil, pelayanan lansia, hingga aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Sementara itu, jumlah pengungsi mandiri jauh lebih besar, yakni mencapai 10.708 jiwa atau 2.876 KK.

Mereka tersebar di delapan kecamatan, dengan jumlah terbesar berada di Kecamatan Palue sebanyak 3.340 jiwa, disusul Kecamatan Kangae 2.869 jiwa dan Kecamatan Nita 1.895 jiwa.

Ribuan warga yang mengungsi secara mandiri tetap membutuhkan akses terhadap pangan, air bersih, layanan kesehatan, perlengkapan keluarga, serta jaminan keamanan dan perlindungan

Diantara wilayah terdampak, Pulau Palue menjadi salah satu titik yang paling membutuhkan perhatian serius.

Data kerusakan rumah mencatat sebanyak 1.043 unit rumah di Kecamatan Palue mengalami kerusakan, terdiri dari 502 rusak ringan, 42 rusak sedang dan 499 rusak berat.

Angka 499 rumah rusak berat menjadikan Palue sebagai wilayah dengan konsentrasi kerusakan berat yang sangat signifikan.

Kondisi tersebut sekaligus dengan jumlah pengungsi mandiri Palue yang mencapai 3.340 jiwa atau 892 KK.

Dengan kondisi tersebut, kebutuhan terhadap hunian sementara, pemulihan infrastruktur, pelayanan kesehatan, distribusi logistik dan dukungan psikososial menjadi semakin mendesak.

Baca Juga:
Pulau Palue tidak hanya menghadapi persoalan rumah yang rusak. Wilayah tersebut juga menjadi gambaran nyata bahwa fase tanggap darurat harus berjalan beriringan dengan persiapan pemulihan dan rekonstruksi.

Secara keseluruhan, gempa bumi telah menyebabkan 3.942 unit bangunan rumah mengalami kerusakan di berbagai wilayah Kabupaten Sikka.

Dari jumlah tersebut, 854 unit rusak berat, 824 unit rusak sedang dan 2.264 unit rusak ringan.

Selain Palue, kerusakan cukup besar juga tercatat di Kecamatan Alok sebanyak 472 unit, Nita 370 unit, Nelle 347 unit, Alok Timur 242 unit, Mego 216 unit, Waiblama 151 unit, Magepanda 149 unit, Koting 127 unit, Lela 114 unit, Hewokloang 113 unit, Kewapante 100 unit, Paga 93 unit, Waigete 85 unit, Doreng 74 unit, Kangae 69 unit, Tanawawo 66 unit, Bola 51 unit, Alok Barat 29 unit, Talibura 22 unit, serta Mapitara 9 unit.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ratusan Warga dari Posko Pengungsian Maumere Kembali Dipulangkan

Ratusan Warga dari Posko Pengungsian Maumere Kembali Dipulangkan

Polres Manggarai Beri Layanan Penggantian SIM Hilang Dan Rusak Akibat Gempa

Polres Manggarai Beri Layanan Penggantian SIM Hilang Dan Rusak Akibat Gempa

Polri Peduli, Psikologi Polda NTT Gelar Trauma Healing di Demulaka-Ende

Polri Peduli, Psikologi Polda NTT Gelar Trauma Healing di Demulaka-Ende

Sejumlah Mapolsek dan Pospol di Flores Rusak Akibat Gempa, Anggota Polri Tetap Berbaur Bantu Warga Terdampak

Sejumlah Mapolsek dan Pospol di Flores Rusak Akibat Gempa, Anggota Polri Tetap Berbaur Bantu Warga Terdampak

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat Terdampak Gempa Flores

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat Terdampak Gempa Flores

Kapolsek Kota Raja dan Anggota Doakan Korban Gempa Flores Saat Pembinaan Rohani

Kapolsek Kota Raja dan Anggota Doakan Korban Gempa Flores Saat Pembinaan Rohani

Komentar
Berita Terbaru