Ribuan Warga Sikka Masih Tempati Lokasi Pengungsian
Baca Juga:
Kerusakan tersebut meliputi 53 fasilitas pendidikan, 56 rumah ibadah, 43 fasilitas kesehatan, 43 bangunan pemerintah, delapan prasarana dan lima titik akses jalan.
Yang paling mencolok, seluruh lima titik akses jalan yang tercatat mengalami kerusakan dikategorikan rusak berat.
Kondisi ini berpotensi menjadi persoalan tersendiri dalam kelancaran mobilisasi masyarakat maupun distribusi bantuan menuju wilayah terdampak.
Kerusakan fasilitas pendidikan juga berarti proses belajar masyarakat ikut terdampak.
Baca Juga:Kerusakan fasilitas kesehatan berpotensi memperberat pelayanan medis, sementara kerusakan rumah ibadah dan bangunan pemerintahan memperlihatkan bahwa gempa telah memukul berbagai sendi kehidupan sosial masyarakat.
Sedikitnya 400 lebih personel tercatat berada di lokasi pengungsian dan penanganan, terdiri dari unsur TNI, Polri, kementerian, PMI, organisasi kemanusiaan, relawan dan unsur perguruan tinggi.
Kodim Sikka mengerahkan 100 personel, Lanal 20 personel, Brimob 10 personel, sedangkan Polres Sikka menurunkan 150 personel dalam operasi Aman Nusa II.
Kekuatan Polres Sikka tersebut terbagi dalam 76 personel di Posko Samador, 31 personel Unit Logistik, 16 personel Siaga BPBD dan 27 personel Posko Palue.
Dukungan juga datang dari Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, PMI, Yayasan Papha, Yayasan Fren, Plan Lembata, Dompet Dhuafa, Plan Indonesia, Mapala UNIPA, Mapala Muhammadiyah serta Politeknik Cristo Re.
Distribusi logistik telah menjangkau 20 kecamatan dengan 64 jenis item. Dalam catatan distribusi, kebutuhan terbesar antara lain air mineral gelas mencapai 195.388 pcs, mie instan 97.125 pcs, telur 37.040 butir, Pop Mie 25.479 pcs, beras 18.475 kilogram, air mineral 600 ml sebanyak 13.368 pcs, roti 8.223 pcs, biskuit 6.133 pcs, paket sembako 4.221 paket dan pembalut 4.112 pcs. Angka tersebut menggambarkan besarnya kebutuhan dasar masyarakat terdampak yang harus dipenuhi secara berkelanjutan.
Di gudang logistik, sebagian kebutuhan masih tersedia dalam jumlah cukup. Air mineral gelas, misalnya, masih tersisa 139.532 pcs, pembalut 106.341 pcs, popok bayi 17.251 pcs, biskuit 22.529 pcs, beras 11.665 kilogram, serta berbagai kebutuhan lainnya.
Namun sejumlah komoditas telah habis, termasuk daging ayam, daging sapi, minyak goreng lima liter, snack dan mie instan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan logistik bukan hanya tentang seberapa banyak bantuan telah masuk, tetapi juga bagaimana menjaga kesinambungan pasokan agar kebutuhan masyarakat tidak terputus ketika masa tanggap darurat terus berlangsung.
Baca Juga:
Mantan Wapres Jusuf Kalla Keliling Flores Pantau Korban Gempa Bumi
Ratusan Warga dari Posko Pengungsian Maumere Kembali Dipulangkan
Polres Manggarai Beri Layanan Penggantian SIM Hilang Dan Rusak Akibat Gempa
Polri Peduli, Psikologi Polda NTT Gelar Trauma Healing di Demulaka-Ende
Sejumlah Mapolsek dan Pospol di Flores Rusak Akibat Gempa, Anggota Polri Tetap Berbaur Bantu Warga Terdampak