Polri Peduli, Psikologi Polda NTT Gelar Trauma Healing di Demulaka-Ende
digtara.com -Proses pemulihan pasca gempa bumi tidak hanya dilakukan melalui bantuan logistik dan pelayanan kesehatan. Kondisi psikologis warga, khususnya anak-anak juga menjadi perhatian Polri.
Baca Juga:
Kegiatan ini dikemas dengan pendekatan yang berbeda sesuai kelompok usia.
Bagi anak-anak, tim psikologi menggunakan metode permainan yang menyenangkan serta teknik relaksasi, sehingga anak dapat kembali merasa aman, nyaman, dan berinteraksi tanpa tekanan.
Kabag Psikologi Biro SDM Polda NTT, Kompol Dwi Chrismawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan psikososial dan PMA bagi masyarakat terdampak.
Dari hasil pendampingan ditemukan sejumlah anak yang menunjukkan tanda-tanda mengalami trauma akibat bencana.
Baca Juga:Sementara bagi warga dewasa, tim memberikan pendampingan dengan menggunakan teknik relaksasi USI-FT, yang ditujukan untuk membantu mengurangi ketegangan dan memberikan rasa lebih tenang setelah mengalami situasi bencana.
Pendekatan humanis ini diharapkan dapat membantu warga, terutama anak-anak, melewati masa sulit pascagempa sekaligus membangun kembali rasa aman dan kepercayaan diri mereka.
Melalui trauma healing, Polri tidak hanya hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan fisik masyarakat terdampak bencana, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis warga, agar proses pemulihan dapat berjalan secara menyeluruh.
Bersama Kalemdiklat Polri, Kapolda NTT Yang Baru Tiba di NTT
Sempat Didatangi Pimpinan Bank, Nasabah Bank NTT Hargai Penyelesaian Lewat Jalur Hukum
Tidak Ditahan Setelah Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik, Perempuan di Manggarai Barat Dikenakan Wajib Lapor
Kembalikan Berkas Perkara Dokter Icha ke JPU, Penyidik Polda NTT Tunggu Petunjuk Jaksa
Keroyok Orang Hingga Tewas di Tasikmalaya-Jawa Barat, Pelaku Ditangkap Resmob Polda NTT dan Polres TTS di Kota SoE