Selasa, 13 Oktober 2026

Pencuri Ternak Antar Kabupaten di Flores-NTT Dibekuk Polisi

Imanuel Lodja - Selasa, 13 Oktober 2026 11:30 WIB
Pencuri Ternak Antar Kabupaten di Flores-NTT Dibekuk Polisi
ist
Para pelaku pencurian ternak dan barang bukti saat diamankan polisi

digtara.com -Polres Sikka mengungkap kasus pencurian ternak yang terjadi di wilayah hukum Polres Sikka dan Flores Timur.

Baca Juga:

Dalam kaitan dengan kasus ini, Polres Sikka sendiri menerima tiga laporan polisi dan satu laporan polisi di Polres Flores Timur.

Pengungkapan tindak pencurian ternak ini bermula pada Senin (12/10/2026) pasca adanya informasi dari tim Resmob Flores Timur terkait pencurian ternak sapi di wilayah hukum Polres Flores Timur.

Pada saat itu, Tim Resmob Flores Timur mendapati informasi bahwa ternak curian tersebut telah bergeser ke wilayah hukum Polres Sikka.

Tim Resmob Polres Sikka mendapat informasi kalau ternak sapi tersebut berada di tempat pemotongan hewan di pasar Alok, Kabupaten Sikka.

Ternak tersebut dititipkan oleh Sudin sehingga pada Senin petang, tim bertemu Sudin.

Baca Juga:
Sudin mengakui kalau ia telah membeli tiga ekor sapi dari terduga pelaku GFD alias Geral (18), seorang sopir yang tinggal di Nangahure, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.

Tim Resmob Polres Sikka dipimpin Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Reinhard Dionisius Siga beserta Aipda Fransismus Nong Rudi dan anggota Resmob Polres Sikka dan Tim Resmob Polres Flores Timur mencari informasi terkait keberadaan terduga pelaku Geral.

Geral rupanya sedang berada di lingkar luar sehingga iim langsung menuju tempat tersebut dan berhasil mengamankan Geral.

Tim menginterogasi terduga pelaku Geral yang mengakui telah mencuri sapi bersama dengan empat orang rekannya.

Keempat rekannya yakni DSED alias Enzo (14), pelajar SMP yang tinggal di Waidoko, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka..

FDNK alias Pipit (16), YBT alias Oan (26), seorang sopir dan CALL alias Lucky (20) yang juga seorang sopir. Mereka juga merupakan warga Waidoko, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.

Para terduga pelaku mengakui telah sama-sama mencuri di tempat yang berbeda.

Mereka mencuri di terminal barat di Jalan Gajah Mada. Saat itu Geral dan Pipit mencuri satu ekor sapi.

Ternak sapi hasil curian kemudian dijual kepada Arifin seharga Rp 5,5 juta.

Di Desa Nangarasong, Geral bersama dua temannya, Enzo dan Pipit mencuri satu ekor ternak sapi dan dijual kepada Arifin seharga Rp 7 juta.

Baca Juga:
Sementara sapi curian di Pasar Alok di Jalan Napun Langir, dijual Geral bersama Oan, Enzo dan Pipit kepada pedagang sapi yang berada di Kota Larantuka, kabupaten Flores Timur dengan harga Rp 8 juta.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Cegah Peredaran Barang Terlarang Dalam Lapas, Polisi-TNI dan Lapas Sikka Razia Kamar WBP

Cegah Peredaran Barang Terlarang Dalam Lapas, Polisi-TNI dan Lapas Sikka Razia Kamar WBP

Pakai Mobil Polisi, Polres Sikka Fasilitasi Antar Pengungsi Pulang Kembali ke Rumah

Pakai Mobil Polisi, Polres Sikka Fasilitasi Antar Pengungsi Pulang Kembali ke Rumah

Anggota Polairud Bagi Bendera Pada Nelayan Pesisir dan Alat Tulis Bagi Anak Sekolah di Flores Timur

Anggota Polairud Bagi Bendera Pada Nelayan Pesisir dan Alat Tulis Bagi Anak Sekolah di Flores Timur

Ritual Bau Lolon Satukan Dua Kampung Yang Bertikai di Flores Timur

Ritual Bau Lolon Satukan Dua Kampung Yang Bertikai di Flores Timur

Wakapolda NTT Kawal Rekonsiliasi Adonara-Flores Timur

Wakapolda NTT Kawal Rekonsiliasi Adonara-Flores Timur

Sempat Terlibat Konflik, Masyarakat Lowonara dan Belle di Flores Timur Gelar Perdamaian Adat

Sempat Terlibat Konflik, Masyarakat Lowonara dan Belle di Flores Timur Gelar Perdamaian Adat

Komentar
Berita Terbaru