Kamis, 30 Juli 2026

Konflik Warga di Manggarai Barat Dipicu Perebutan Tanah Lengko Warang

Imanuel Lodja - Kamis, 30 Juli 2026 15:00 WIB
Konflik Warga di Manggarai Barat Dipicu Perebutan Tanah Lengko Warang
ist
Konflik Warga di Manggarai Barat Dipicu Perebutan Tanah Lengko Warang

digtara.com - Perkelahian dan konflik antar warga melanda warga Kampung Mbehal dan Kampung Rareng, Kabupaten Manggarai Barat, NTT pada Rabu (29/7/2026).

Baca Juga:

Konflik warga ini dipicu masalah perebutan tanah Lengko Warang di Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat.

Konflik berawal pada Rabu pagi sekitar pukul 06.00 Wita saat puluhan warga kampung Rareng dipimpin Tua Gendang sekaligus Tua Golo Rareng, Blasius Panda (39) datang ke lokasi sengketa wilayah di Lengkong Warang, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat.

Kedatangan mereka untuk melakukan pembongkaran tenda atau pondok, patok dan pagar yang sebelumnya dibangun oleh warga kampung Mbehal.

Saat warga kampung Rareng tiba di lokasi Lengko Wareng, ada beberapa warga dari Kampung Mbehal yang berada dalam pondok untuk menjaga di lokasi sengketa tersebut.

Melihat banyaknya warga Kampung Rareng yang datang, warga Kampung Mbehal yang sedang berada di lokasi melarikan diri meninggalkan satu unit mobil pick up dan sejumlah sepeda motor.

Baca Juga:
Warga Kampung Mbehal kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada warga lainnya, sehingga mereka berkumpul di basecamp warga Mbehal di Pertigaan Pelindo, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Selang beberapa saat, puluhan massa dari Kampung Mbehal datang menumpang pick up ke lokasi Lengko Warang yang telah diduduki oleh warga Rareng.

Saat tiba di lokasi, terjadi keributan yaitu perkelahian dan saling lempar batu. Karena kalah dalam jumlah, warga Kampung Mbehal mundur menyelamatkan dan meninggalkan satu unit mobil pick up.

Massa dari Kampung Rareng langsung membakar dua unit mobil pick up dan tiga unit motor milik warga Kampung Mbehal yang ditinggalkan di lokasi Lengko Warang.

Warga kampung Rareng juga membongkar pondok/gubuk warga Kampung Mbehal yang dibangun di lokasi serta merusak Compang (altar tempat persembahan/pemujaan leluhur) milik warga Kampung Mbehal.

Aparat keamanan dari Polres Manggarai Barat dipimpin Wakapolres Manggarai Barat, Kompol Martinus Pake turun ke lokasi menenangkan massa sambil memberikan himbauan kepada warga Rareng untuk tidak berada di lokasi dan kembali ke rumah masing-masing.

Warga pun mengindahkan himbauan tersebut sehingga warga Kampung Rareng membubarkan diri dan kembali di Kampung Rareng.

Polisi juga mendatangi Kampung Mbehal dan lokasi massa berkumpul sambil memberikan himbauan Kamtibmas dan meminta agar masalah yang ada bisa diselesaikan sesuai prosedur hukum. Himbauan ini pun diterima warga Kampung Mbehal.

Dari konflik ini tidak ada korban jiwa. Hanya ada kerugian material dengan rusaknya pondok yang telah dibangun oleh warga Kampung Mbehal di lokasi Lingkowarang. Dua unit pick up dan tiga unit sepeda motor juga hangus terbakar di lokasi tersebut.

Pihak keamanan Polres Manggarai Barat juga masih bersiaga di lokasi kejadian sambil terus melakukan penggalangan di kedua kampung yang berkonflik.

Pada Rabu petang, warga dari Kampung Mbehal ke polres Manggarai Barat untuk membuat laporan polisi terkait dengan pembakaran kendaraan dan pondok serta penyerangan tersebut.

Baca Juga:
Diperoleh informasi kalau perkelahian warga Kampung Mbehal dan Kampung Rareng terkait masalah tanah baik Lengko Warang maupun lokasi tanah lainnya sudah terjadi sejak Tahun 2017 lalu hingga saat ini.

Konflik ini belum selesai karena kedua belah pihak tidak ada yang ingin menggugat secara perdata di Pengadilan.

Pemkab Manggarai Barat melalui Camat Boleng sudah beberapa kali melakukan upaya mediasi antar kedua belah pihak namun mediasi tersebut tidak pernah membuahkan kesepakatan karena warga Kampung Mbehal tidak pernah hadir dalam mediasi tersebut.

Hingga saat ini, lokasi Lengko Warang yang menjadi lokasi sengketa masih dijaga oleh aparat kepolisian dari Polres Manggarai Barat dan untuk sementara tidak ada kegiatan masyarakat dari kedua belah kampung.

Pihak kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk kembali melakukan mediasi menyelesaikan permasalahan tanah tersebut.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Polres Manggarai Barat Intensifkan Pengamanan Pasca Bentrok Warga

Polres Manggarai Barat Intensifkan Pengamanan Pasca Bentrok Warga

Dua Kelompok Massa di Manggarai Barat Bentrok Soal Sengketa Lahan

Dua Kelompok Massa di Manggarai Barat Bentrok Soal Sengketa Lahan

Para Tokoh di Adonara Timur Sepakat  Akhiri Konflik Lewat Perdamaian

Para Tokoh di Adonara Timur Sepakat Akhiri Konflik Lewat Perdamaian

Polres Manggarai Barat Periksa Belasan Saksi Terkait Kematian Pasutri WNA China di Labuan Bajo

Polres Manggarai Barat Periksa Belasan Saksi Terkait Kematian Pasutri WNA China di Labuan Bajo

Redam Konflik, Polres Flores Timur Kedepankan Pendekatan Humanis Dan Kearifan Lokal

Redam Konflik, Polres Flores Timur Kedepankan Pendekatan Humanis Dan Kearifan Lokal

Antisipasi Kecelakaan Laut, Polres Manggarai Barat Sebarkan Himbauan Dalam Dua Bahasa

Antisipasi Kecelakaan Laut, Polres Manggarai Barat Sebarkan Himbauan Dalam Dua Bahasa

Komentar
Berita Terbaru