Konflik Warga di Manggarai Barat Dipicu Perebutan Tanah Lengko Warang
Baca Juga:
Dari konflik ini tidak ada korban jiwa. Hanya ada kerugian material dengan rusaknya pondok yang telah dibangun oleh warga Kampung Mbehal di lokasi Lingkowarang. Dua unit pick up dan tiga unit sepeda motor juga hangus terbakar di lokasi tersebut.
Pihak keamanan Polres Manggarai Barat juga masih bersiaga di lokasi kejadian sambil terus melakukan penggalangan di kedua kampung yang berkonflik.
Pada Rabu petang, warga dari Kampung Mbehal ke polres Manggarai Barat untuk membuat laporan polisi terkait dengan pembakaran kendaraan dan pondok serta penyerangan tersebut.

Baca Juga:Diperoleh informasi kalau perkelahian warga Kampung Mbehal dan Kampung Rareng terkait masalah tanah baik Lengko Warang maupun lokasi tanah lainnya sudah terjadi sejak Tahun 2017 lalu hingga saat ini.
Konflik ini belum selesai karena kedua belah pihak tidak ada yang ingin menggugat secara perdata di Pengadilan.
Pemkab Manggarai Barat melalui Camat Boleng sudah beberapa kali melakukan upaya mediasi antar kedua belah pihak namun mediasi tersebut tidak pernah membuahkan kesepakatan karena warga Kampung Mbehal tidak pernah hadir dalam mediasi tersebut.
Hingga saat ini, lokasi Lengko Warang yang menjadi lokasi sengketa masih dijaga oleh aparat kepolisian dari Polres Manggarai Barat dan untuk sementara tidak ada kegiatan masyarakat dari kedua belah kampung.
Pihak kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk kembali melakukan mediasi menyelesaikan permasalahan tanah tersebut.
Polres Manggarai Barat Intensifkan Pengamanan Pasca Bentrok Warga
Dua Kelompok Massa di Manggarai Barat Bentrok Soal Sengketa Lahan
Para Tokoh di Adonara Timur Sepakat Akhiri Konflik Lewat Perdamaian
Polres Manggarai Barat Periksa Belasan Saksi Terkait Kematian Pasutri WNA China di Labuan Bajo
Redam Konflik, Polres Flores Timur Kedepankan Pendekatan Humanis Dan Kearifan Lokal