Kapolres Flores Timur Bertemu Raja Larantuka Dorong Perdamaian di Adonara Timur Lewat Musyawarah Adat
digtara.com - Upaya penyelesaian konflik sosial yang terjadi antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, terus diperkuat melalui pendekatan budaya dan kearifan lokal.Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra bersama Pemerintah Kabupaten Flores Timur dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar pertemuan dengan Raja Larantuka di kediamannya, Kelurahan Sarotari Timur, Kecamatan Larantuka, Sabtu (25/7/2026).
Baca Juga:
Pertemuan tersebut untuk menyatukan persepsi para pemangku kepentingan dalam mendorong rekonsiliasi yang berlandaskan musyawarah, nilai adat, dan semangat persaudaraan sebagai fondasi perdamaian yang berkelanjutan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra, Ps Kapolres Flores Timur, AKBP I Gede Putra Yase, Dandim 1624/Flores Timur, Letkol Inf. Erly Marlian, Ketua DPRD Flores Timur, Sekretaris Daerah, Raja Larantuka Don Andreas Marthinus DVG, serta sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda.
Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra mengatakan, saat ini seluruh pihak memiliki tekad yang sama untuk mengakhiri konflik dan membuka ruang dialog demi terciptanya perdamaian yang menyeluruh.
"Kami bersama Forkopimda berkomitmen mendorong penyelesaian konflik secara damai. Kedua belah pihak pada prinsipnya telah membuka diri untuk berdamai, dan saat ini prosesnya tinggal memperkuat kesepakatan melalui mekanisme adat dengan melibatkan para tokoh yang memiliki legitimasi di masyarakat," ujar AKBP Adhitya Octorio Putra pada Senin (27/7/2026).
Keterlibatan Raja Larantuka memiliki arti penting karena tokoh adat memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi, menyatukan persepsi sejarah, serta memperkuat nilai-nilai persaudaraan yang telah diwariskan secara turun-temurun di wilayah Adonara.
Baca Juga:
"Kami berharap dukungan seluruh tokoh adat sehingga dalam waktu dekat dapat terlaksana pertemuan adat yang menghasilkan kesepakatan bersama. Semakin cepat perdamaian terwujud, semakin besar pula peluang untuk menjaga keamanan dan memulihkan kehidupan sosial masyarakat," katanya.
Meski mengedepankan pendekatan persuasif, Kapolres menegaskan bahwa proses penegakan hukum terhadap setiap tindak pidana yang terjadi selama konflik tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Pendekatan hukum tetap dilaksanakan secara profesional. Namun pada tahap ini kami mengutamakan terciptanya situasi yang kondusif agar proses rekonsiliasi dapat berlangsung dengan baik tanpa memunculkan ketegangan baru di tengah masyarakat," tegasnya.
Raja Larantuka, Don Andreas Marthinus DVG menyatakan dukungannya terhadap seluruh upaya perdamaian yang ditempuh pemerintah, TNI-Polri, dan para tokoh adat.
Tim Mediasi Penyelesaian Konflik Komunal Adonara Temui Tokoh Adat
Polisi Amankan Dan Musnahkan Bom Rakitan Temuan Warga Adonara Timur
Libatkan Tokoh Adat dan Tim Mediasi, Kapolres Flores Timur Perkuat Rekonsiliasi di Adonara Timur
Cari Akar Masalah Konflik di Adonara Timur, Wakapolda NTT Himbau Masyarakat Tidak Terprovokasi
Situasi di Adonara Kondusif, Polisi Tetap Kedepankan Pendekatan Persuasif
Wakapolda NTT : Konflik Adonara Selesai Jika Ada Komitmen Bersama
Dibangun Sejak Januari 2026, Polres Kupang Kini Punya Ruangan Pelayanan PPA dan PPO
Puluhan Rumah di Amanuban Selatan-TTS Dirusaki, Kapolres Imbau Warga Tahan Diri
Pengelana Keliling Indonesia Terkesan Dengan Pelayanan Polsek Boawae-Nagekeo
Plafon Puskesmas Bati-TTS Roboh Saat Gempa Bumi
Kapolres Flores Timur Bertemu Raja Larantuka Dorong Perdamaian di Adonara Timur Lewat Musyawarah Adat
Fando Manihuruk Terpilih sebagai Bendahara Ranting PDI Perjuangan Kelurahan Pujidadi: Yakin Bawa Perubahan Positif
Mulyadi Barus: Ketua Ranting Terpilih Harus Lahirkan Pemimpin Loyalitas Besarkan partai