Perangkat Desa di Kabupaten TTS Aniaya Guru Honorer Hingga Jalani Perawatan Medis
digtara.com - Peristiwa penganiayaan di Kecamatan Boking, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menimpa seorang guru honorer bernama Lusia Banunaek (44).Lusia yang juga warga Desa Nenotes, Kecamatan Santian diduga dianiaya oleh seorang aparat desa berinisial AB atau Agnes Sofia Bana.
Baca Juga:
Korban Lusia Banunaek merupakan seorang guru honorer asal Desa Nenotes, Kecamatan Santian.
Pelaku Agnes Sofia Bana merupakan aparat/perangkat Desa Baus-Kabupaten TTS).
Korban sedang dalam perjalanan dari rumah menuju ke sekolah tempatnya mengajar.
Secara tiba-tiba, korban berpapasan dengan pelaku dan dituduh melakukan pengancaman oleh terduga pelaku.
Baca Juga:Pelaku langsung memukul korban pada bagian mata serta menghantam dahi dan kepala korban menggunakan batu.
Korban mengalami luka parah dan berdarah di bagian kepala, wajah, serta lebam di mata.
Korban sempat dibawa dan dilarikan ke Rumah Sakit Boking untuk mendapatkan perawatan medis serta visum.
Kasus ini telah dilaporkan secara resmi dan dikonfirmasi oleh jajaran Polsek Boking dibawah pimpinan Kapolsek Ipda Alfridus Bere serta Kanit Reskrim Aipda Darius Missa untuk diproses hukum lebih lanjut.
Kapolsek Boking, Ipda Alfridus Bere membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut.
Menurut keterangan polisi, ketika Lusia melintas di depan rumah terduga pelaku saat hendak menuju sekolah tempatnya mengajar, korban dihentikan oleh Agnes Sofia Bana.
Pelaku kemudian menanyakan soal kabar yang menyebut korban pernah mengeluarkan ancaman terhadap dirinya.
Mendengar pertanyaan tersebut, korban balik meminta penjelasan mengenai siapa yang menyampaikan informasi itu.
Terduga pelaku lalu menyebut nama seorang kepala dusun sebagai sumber kabar yang diterimanya. Percakapan keduanya pun berubah menjadi adu mulut.
Baca Juga:Situasi yang awalnya hanya saling bertanya kemudian memanas. Polisi menyebut cekcok itu diduga berujung pada aksi kekerasan.
Kapolsek mengatakan dugaan sementara motif kejadian dipicu oleh kesalahpahaman antara kedua belah pihak.
Penyidik masih terus mengumpulkan keterangan agar rangkaian peristiwa bisa dipastikan secara utuh.
Polisi juga telah memeriksa beberapa saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian, termasuk meminta keterangan dari terduga pelaku.
Pemeriksaan terhadap korban belum dilakukan karena yang bersangkutan masih menjalani perawatan medis.
Baca Juga:Penyidik menunggu kondisi korban membaik agar dapat memberikan keterangan secara lengkap mengenai peristiwa yang dialaminya.
Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi memastikan laporan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku setelah seluruh bukti dan keterangan berhasil dikumpulkan.
Pasukan Brimob Dilepas Ratusan Pelajar di Labuan Bajo Usai Misi Kemanusiaan di Flores
Polres Sumba Barat Beri Trauma Healing Bagi 14 Anak Korban Pencabulan Guru
Dua Petani di Sumba Barat Daya Tewas Dibacok Parang Saat Acara Adat
Siswi Sekolah Dasar di Kupang Jadi Korban Pencurian Perhiasan Emas, Polisi Telusuri Jejak Pelaku
Dua Tahun Buron, Tiga DPO Kasus Penyerangan dan Pembunuhan di Sumba Barat Daya Ditangkap Polisi