Sabtu, 22 Agustus 2026

Tunjuk Penasehat Hukum, Dua DPRD TTU Jelaskan Soal Dugaan Intimidasi dan Kematian Dokter Icha

Imanuel Lodja - Minggu, 05 Juli 2026 19:16 WIB
Tunjuk Penasehat Hukum, Dua DPRD TTU Jelaskan Soal Dugaan Intimidasi dan Kematian Dokter Icha
net
Tunjuk Penasehat Hukum, Dua DPRD TTU Jelaskan Soal Dugaan Intimidasi dan Kematian Dokter Icha

digtara.com -Dua anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Therensius Lazakar (Golkar) dan Norbertus Tubani (PKB) mempercayakan penanganan masalah hukum kepada penasehat hukum mereka.

Baca Juga:

Mereka pun secara resmi memberikan pernyataan publik sebagai terlapor dalam kasus intimidasi dr. Icha.

Pernyataan ini disampaikan oleh tim kuasa hukum keduanya Bildat Thonak, Amos Lafu dan Leo Lata Open pada Sabtu (4/7/2026) di kantor pengacara tersebut.

Keduanya sempat berdialog panjang dengan tim kuasa hukum mereka sebelum memberikan sikap atas laporan polisi itu.

"Malam hari ini kami bertemu dua klien kami dan kami sudah berdiskusi secara panjang lebar. Perlu kami sampaikan dua anggota DPRD yang melakukan intimidasi yang berakibat pada bunuh dirinya dokter Icha telah memberikan kuasa kepada kantor Bildad Thonak dan rekan," jelas Amos Lafu.

Pihaknya atas nama kantor pengacara Bildad Thonak dan rekan maupun atas nama kedua klien mereka menyampaikan duka cita bagi almarhumah, keluarga, orang tua, juga masyarakat NTT yang merasakan duka atas peristiwa ini.

Baca Juga:
Pada prinsipnya, kata dia, mereka juga ingin mendorong proses penegakan hukum ini berjalan secara obyektif, transparan, profesional, dan mengedepankan pendekatan ilmiah dalam pembuktiannya.

Ia menekankan peristiwa intimidasi dan kematian dr. Icha merupakan dua kejadian berbeda pada 13 Juni 2026 dan 26 Juni 2026. Menurutnya bisa saja tak ada kaitan antara kedua kasus ini.

"Karena sebagaimana kita ikuti ada dua peristiwa pidana yang berbeda lokasi. Ada dugaan tindak pidana terhadap profesi dan juga ada dugaan tindak pidana pembunuhan melalui modus bunuh diri. Ini dua hal yang terpisah," tandasnya.

Ia menegaskan kedua klien mereka ini hanya terlibat pada kejadian tanggal 13 Juni 2026 di Rumah Sakit Leona Kefamenanu.

Sementara kejadian di tanggal 26 Juni 2026, kata dia, masih harus membutuhkan pembuktian akurat secara ilmiah.

"Karena ini terpisah dan rentang waktunya cukup jauh. Ini tidak bermaksud untuk melakukan pembelaan diri. Yang pasti kami ingin di tengah situasi kita berduka dan berempati atas kehilangan almarhumah, semua kita tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah pada klien kami," tambah dia.

Ia mengapresiasi dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan terlebih dengan dibentuknya Joint Investigation Team oleh Polda NTT untuk mengusut kasus ini.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Masyarakat TTU Pertanyakan Kelangkaan BBM Yang Berakibat Antrian di SPBU

Masyarakat TTU Pertanyakan Kelangkaan BBM Yang Berakibat Antrian di SPBU

Periksa 45 Saksi Terkait Kasus Dokter Icha, Polda NTT Segera Gelar Perkara

Periksa 45 Saksi Terkait Kasus Dokter Icha, Polda NTT Segera Gelar Perkara

Penyidik Polda NTT Minta Keterangan Saksi Ahli Dokter Tri Maharani

Penyidik Polda NTT Minta Keterangan Saksi Ahli Dokter Tri Maharani

BBM di TTU Langka Hingga Warga Mengantre, Polres TTU Awasi Dugaan Penyalahgunaan

BBM di TTU Langka Hingga Warga Mengantre, Polres TTU Awasi Dugaan Penyalahgunaan

Dua Hari Hilang dari Rumah, Pensiunan ASN di Kabupaten TTU Ditemukan Meninggal Dunia

Dua Hari Hilang dari Rumah, Pensiunan ASN di Kabupaten TTU Ditemukan Meninggal Dunia

Kasusnya Naik Sidik, Penyidik Polda NTT Kembali ke Kabupaten TTU Periksa Sejumlah Saksi Terkait Kasus Dokter Icha

Kasusnya Naik Sidik, Penyidik Polda NTT Kembali ke Kabupaten TTU Periksa Sejumlah Saksi Terkait Kasus Dokter Icha

Komentar
Berita Terbaru