Penyidik Reskrim Polres Lembata Limpahkan Kasus Penganiayaan Pada Anak ke Kejaksaan
digtara.com -Dugaan tindak pidana kekerasan/penganiayaan anak dituntaskan penyidik Satreskrim Polres Lembata.
Baca Juga:
Keduanya merupakan warga Desa Petuntawa, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata.
Mereka dijerat pasal 80 ayat (1) Juncto pasal 76C Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak atau Pasal 262 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Keduanya menganiaya korban WDMY (14), seorang pelajar SMP yang juga warga Desa Muruona, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata.
Kasus ini terjadi pada 27 Mei 2026 lalu di depan rumah Rudi do Desa Petuntawa, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata.
Baca Juga:Kapolres Lembata, AKBP Nanang Wahyudi melalui Kasat Reskrim, Iptu Tony Abraham membenarkan saat dikonfirmasi pada Jumat siang.
Pada Rabu, 27 Mei 2026 sekitar jam 14.20 wita, Korban baru bangun tidur di rumah korban.
Tiba-tiba tersangka Denis dan Angga datang ke rumah korban lalu menyuruh anak kecil tetangga korban untuk memanggil korban dari dalam rumah sehingga korban keluar.
Pada saat korban keluar rumah, lorban melihat kedua tersangka sudah berdiri di depan rumah korban, sehingga korban mendekati kedua tersangka.
Korban mendekati Denis dan Denis langsung meminta korban ikut dengan mereka membahas masalah dan meminta korban tidak melaporkan kepada orang tua nya.
Tiba di ujung kampung, tersangka Denis menyuruh korban turun dari sepeda motor untuk tukar sepeda motor.
Korban kemudian dibonceng oleh Radit dan Tino berangkat ke desa Petuntawa menuju ke rumah Rudi Lewokedang.
Denis, Angga dan rekan mereka Dano, Radit, Rudi, Lois dan Boro duduk bersama korban.
Denis memberi korban minunan keras dan memaksa korban meminum minuman keras jenis arak.
Baca Juga:Korban sempat menolak namun Denis tetap memaksa korban minum lagi.
Dapur Lapangan Brimob NTT Siapkan Makanan Untuk Korban Gempa di Nagekeo
Hari Ketujuh Gempa NTT, Tim SAR Gabungan Evakuasi Udara Dua Korban Kritis di Manggarai Timur
Wapres Kunjungi Flores-NTT Bertemu Korban dan Warga Terdampak Gempa di Kabupaten Sikka
6.399 Unit Fasilitas dan Rumah Warga di Manggarai Barat Rusak Pasca Gempa, Korban Jiwa dan Pengungsi Mencapai 1.580 Orang
Tim SAR Gabungan Akselerasi Evakuasi Medis dan Penyisiran Pasca Gempa Susulan di NTT