Minggu, 05 Juli 2026

Tunjuk Penasehat Hukum, Dua DPRD TTU Jelaskan Soal Dugaan Intimidasi dan Kematian Dokter Icha

Imanuel Lodja - Minggu, 05 Juli 2026 19:16 WIB
Tunjuk Penasehat Hukum, Dua DPRD TTU Jelaskan Soal Dugaan Intimidasi dan Kematian Dokter Icha
net
Tunjuk Penasehat Hukum, Dua DPRD TTU Jelaskan Soal Dugaan Intimidasi dan Kematian Dokter Icha
"Sehingga semuanya bisa menjadi terang benderang karena sesuai sejauh ini data yang kami himpun atau kumpulkan, kami memiliki sejumlah fakta-fakta bahwa perkara ini tidak ada kaitannya dengan dugaan intimidasi yang marak diberitakan," lanjut dia lagi.

Baca Juga:

Ia ingin publik juga melihat kasus ini tidak sebagai polemik tunggal karena menurutnya ada keterkaitan politik karena jabatan mereka.

"Ini banyak sekali modus dan fakta yang beredar di dalamnya termasuk klien kami sebagai anggota DPRD ini tidak juga terlepas dari polemik politik, polemik asmara, dan polemik lain yang kami masih himpun data dan alat buktinya," sebutnya.

Amos menyampaikan akan ada waktu mereka akan mengungkap fakta dan bukti-bukti yang mereka temukan kepada penyidik.

"Sekali lagi kami tetap menunjukkan rasa hormat dan empati kami yang amat dalam kepada keluarga tapi kami juga ingin tidak ada oknum pejabat publik maupun masyarakat yang berupaya mengambil keuntungan," tandasnya.

Hingga saat ini, kata dia, banyak dugaan dan motif terselubung pihak tertentu lewat narasi-narasi yang menyudutkan klien mereka untuk keuntungan tertentu.

Baca Juga:
"Akan ada waktunya kami secara terang benderang menyampaikan fakta yang dibutuhkan," tambahnya.

Ia mengaku pelimpahan kuasa dari kedua DPRD TTU ini kepada mereka sudah berproses dari beberapa hari lalu.

Namun alasan mereka baru menyampaikan keterangan awal kepada publik sebagai kuasa hukum ini karena masa berkabung yang masih dialami keluarga.

"Kami tidak ingin tergesa-gesa juga untuk membela begitu kasus ini naik karena kami tahu ada hati dari keluarga yang masih terluka," ungkapnya.

Ia mengakui harus membatasi diri untuk memberikan keterangan lebih lanjut terkait materi yang mereka kumpulkan sambil menunggu temuan lebih lanjut baik dari tim mereka maupun kepolisian.

"Kami sebagai kuasa hukum tidak dalam rangka membenarkan perbuatan mereka tapi kami bertanggung jawab menjaga hak hukum mereka dalam prinsip asas praduga tak bersalah," ujarnya.

Pihaknya menyatakan siap kapanpun untuk diambil keterangan oleh penyidik baik di Polda NTT, Polres TTU maupun Polres Kupang, bahkan tak ragu akan ke polisi bila mendapat bukti terbaru.

Bildad pada saat yang sama menambahkan ini sebagai langkah kooperatif klien mereka terhadap proses hukum saat ini. Ia membantah tuduhan terhadap kliennya seperti yang telah berkembang.

"Kami telah cukup mengumpulkan bukti-bukti yang ada juga data primer pada saat kejadian di lokasi maupun surat pengaduan yang diberikan kepada BK itu tidak ada kalimat atau narasi seperti yang sudah keluar di publik," lanjut dia.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Polda NTT Pastikan Profesional Dan Transparan Tangani Laporan Dugaan Intimidasi Dokter Icha

Polda NTT Pastikan Profesional Dan Transparan Tangani Laporan Dugaan Intimidasi Dokter Icha

Istri Anggota DPRD Kabupaten TTU Ikut Dipolisikan Terkait Dugaan Intimidasi Pada Dokter Icha

Istri Anggota DPRD Kabupaten TTU Ikut Dipolisikan Terkait Dugaan Intimidasi Pada Dokter Icha

Terapkan Pasal 530 UU Nomor 1/2023, Tiga Anggota DPRD TTU Terancam Tujuh Tahun Penjara

Terapkan Pasal 530 UU Nomor 1/2023, Tiga Anggota DPRD TTU Terancam Tujuh Tahun Penjara

Keluarga Resmi Laporkan Dugaan Intimidasi Dokter Icha ke Polda NTT

Keluarga Resmi Laporkan Dugaan Intimidasi Dokter Icha ke Polda NTT

Tim Investigasi Kemenkes Usut Kasus Dugaan Intimidasi Dokter Icha

Tim Investigasi Kemenkes Usut Kasus Dugaan Intimidasi Dokter Icha

Berduka Atas Meninggalnya Dokter Icha, Dokter di NTT Kenakan Pita Hitam Sepekan

Berduka Atas Meninggalnya Dokter Icha, Dokter di NTT Kenakan Pita Hitam Sepekan

Komentar
Berita Terbaru