Keluarga Resmi Laporkan Dugaan Intimidasi Dokter Icha ke Polda NTT
digtara.com -Keluarga almarhumah dr. Eliza Pricilia Utama Pakaenoni atau dr. Icha resmi melaporkan dugaan intimidasi ke Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (3/7/2026).
Baca Juga:
Laporan itu diharapkan menjadi pintu masuk bagi aparat kepolisian untuk mengusut secara menyeluruh peristiwa yang menjadi perhatian publik tersebut.
Keluarga bersama tim kuasa hukum tiba di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) sekitar pukul 11.10 Wita.
Mereka membawa sejumlah dokumen serta bukti awal yang akan diserahkan kepada penyidik sebagai bagian dari laporan resmi.
Orang tua dan adik korban juga hadir membawa foto dr. Icha.
Baca Juga:Suasana di Mapolda NTT tampak ramai. Sejumlah awak media turut mengikuti proses pelaporan yang berlangsung selama beberapa jam.
Keluarga datang didampingi kuasa hukum, Viktor Manbait di SPKT Polda NTT dan kemudian ke direktorat Reskrimum serta ke Ditres PPA dan PPO Polda NTT.
Sebelumnya, dr. Icha diduga mendapat intimidasi oleh tiga anggota DPRD TTU bernama Therensius Lazakar (Golkar), Norbertus Tubani (PKB) dan Veronika Lake (PDIP) di RS Leona Kefamenanu, tempatnya bertugas, pada 13 Juni lalu.
Pasca kejadian itu dr. Icha mengalami depresiasi berat dan guncangan mental yang dapat membahayakan dirinya sendiri.
Polda NTT sendiri membentuk Tim Joint Investigation untuk memperkuat proses penyelidikan dan penyidikan terkait dugaan intimidasi terhadap dr. Icha yang meninggal dunia dan menjadi perhatian masyarakat.
Langkah ini untuk memastikan seluruh proses penyelidikan dan penyidikan berjalan secara profesional, objektif, transparan, serta berbasis alat bukti yang sah.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan, pembentukan Tim Joint Investigation merupakan tindak lanjut hasil asistensi bersama Bareskrim Polri guna mengoptimalkan penanganan perkara melalui kolaborasi lintas fungsi.
Penanganan perkara ini mengedepankan scientific crime investigation sehingga setiap kesimpulan yang diambil benar-benar didasarkan pada alat bukti yang sah sesuai ketentuan hukum.
Tim dipimpin Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTT dengan melibatkan Direktorat Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dit PPA dan PPO), Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Polres Timor Tengah Utara (TTU), dan Polres Kupang.
Baca Juga:Dalam penanganannya, masing-masing fungsi akan bekerja sesuai kewenangan.
Pemeriksaan Terlapor Anggota DPRD TTU Terkait Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dijadwalkan Ulang
Peras Wanita, Oknum Polisi Gadungan di Kupang Diamankan Tim Gabungan Polisi
Tuntaskan Kasus Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polisi Periksa Puluhan Saksi di Kefamenanu
Polisi Kembali Periksa Dua Adik Almarhumah Dokter Icha
Atlet Taekwondo Polda NTT Raih Tiga Medali Emas Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup VII Tahun 2026