Rabu, 07 Oktober 2026

Peneliti 14 Negara Kumpul di Yogyakarta Bahas Roket, Satelit hingga Drone di ISAST 2026

Arie - Rabu, 07 Oktober 2026 17:30 WIB
Peneliti 14 Negara Kumpul di Yogyakarta Bahas Roket, Satelit hingga Drone di ISAST 2026
istimewa
The 12th International Seminar on Aerospace Science and Technology (ISAST 2026

digtara.com - Peneliti bidang roket, satelit, pesawat tanpa awak atau drone, hingga astrofisika dari berbagai negara berkumpul di Yogyakarta dalam The 12th International Seminar on Aerospace Science and Technology (ISAST 2026).

Baca Juga:

Konferensi bertema Aerospace for Humanity tersebut digelar pada 6-8 Oktober 2026 di The Alana Hotel & Conference Center Malioboro, Yogyakarta.

ISAST 2026 diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA), bersama Universitas Gadjah Mada (UGM), i-CATS University College Malaysia, dan Vietnam National University.

Kegiatan berlangsung secara hibrida dengan menghadirkan peserta secara langsung di Yogyakarta serta melalui platform daring.

ISAST 2026 Terima 138 Abstrak dari 14 Negara

Kepala ORPA BRIN Prof. Dr. Robertus Heru Triharjanto mengatakan ISAST 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan kolaborasi di bidang dirgantara.

"Penyelenggaraan ISAST 2026 tahun ini adalah momentum penting dalam pertukaran keilmuan dirgantara, dengan kolaborasi ORPA BRIN, UGM, dan i-CATS University College, Malaysia," ujar Robertus.

Baca Juga:
Menurutnya, seminar tersebut dirancang sebagai forum yang mempertemukan pakar dari industri dengan peneliti dari perguruan tinggi dan lembaga penelitian.

Topik yang dibahas mencakup observasi bumi, eksplorasi antariksa, hingga pengembangan teknologi kedirgantaraan berkelanjutan.

Pada penyelenggaraan tahun ini, ISAST menerima 138 abstrak dari 14 negara. Dari jumlah tersebut, panitia menerima 91 makalah lengkap dan memilih 88 makalah untuk dipresentasikan.

Makalah terpilih akan dipaparkan dalam tujuh ruang sidang paralel dengan berbagai tema.

Tema tersebut meliputi:

Kompetisi Mahasiswa Diikuti 26 Negara

Selain konferensi ilmiah, ISAST 2026 juga menghadirkan kompetisi mahasiswa bertajuk Aerospace Innovation Challenge.

Kompetisi gratis dengan tema Next-Gen Skies: Future Breakthroughs in Aerospace, Drone, and Space Technologies tersebut menerima 166 karya mahasiswa dari 26 negara yang tersebar di lima benua.

Para peserta berkesempatan menunjukkan ide dan inovasi mereka dalam pengembangan teknologi kedirgantaraan, drone, dan antariksa.

Pemenang Aerospace Innovation Challenge akan diumumkan pada acara penutupan konferensi, Rabu (7/10/2026).

ISAST 2026 Hadirkan Asisten AI

ISAST 2026 juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung kebutuhan peserta selama konferensi.

Seluruh layanan peserta tersedia melalui portal ISAST, mulai dari pendaftaran, pembayaran, pengunggahan materi presentasi, jadwal kegiatan, hingga pemesanan ekskursi.

Portal tersebut dilengkapi asisten AI bernama "Mr. Peo" yang dapat membantu menjawab pertanyaan peserta.

Selain itu, tersedia fitur Collab Corner yang memungkinkan peserta menemukan calon mitra riset dan membangun kolaborasi lintas negara.

Baca Juga:

Bahas Potensi Riset Dirgantara Indonesia

Upacara pembukaan ISAST 2026 dijadwalkan berlangsung pada Rabu (7/10/2026) pukul 08.00 WIB.

Acara tersebut dijadwalkan diisi sambutan dari Kepala BRIN serta perwakilan UGM dan i-CATS.

Sementara itu, sesi pleno menghadirkan sejumlah pembicara, yakni Dr.-Ing. Javensius Sembiring, Prof. Dr. Mohd Yazid dari Universiti Teknologi Malaysia, Prof. Dr. Shuhaimi bin Mansor, dan Prof. Dr. Ahmad Zulfaa bin Mohamed Kassim.

Ketua Panitia ISAST 2026, Soleh Fajar Junjunan, yang juga merupakan peneliti BRIN, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkenalkan perkembangan riset dirgantara di Indonesia kepada masyarakat luas.

"Banyak orang Indonesia senang mengikuti berita roket, drone, dan antariksa. Kami ingin publik tahu bahwa riset di bidang ini juga dikerjakan di sini, oleh peneliti dan mahasiswa Indonesia bersama rekan dari banyak negara," ujar Soleh.

ISAST pertama kali digelar oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pada 2013. Setelah integrasi kelembagaan, penyelenggaraan ISAST kini dilanjutkan oleh BRIN.

ISAST 2026 turut didukung sejumlah perusahaan dan mitra, yakni PT DAHANA, PT GMF AeroAsia, PT Nusantara Secom InfoTech, Anton Paar melalui PT Elementa Laboratoria Indonesia, TRUF, dan AERING.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rela Tinggalkan Jabatan, Ribuan PNS Berebut Kesempatan Ingin Berkhidmat Melayani Tamu Allah di Kemenhaj

Rela Tinggalkan Jabatan, Ribuan PNS Berebut Kesempatan Ingin Berkhidmat Melayani Tamu Allah di Kemenhaj

ADVAN V11 dan AIGEN Ultra T Resmi Dipamerkan di Yogyakarta, Ini Harga dan Keunggulannya

ADVAN V11 dan AIGEN Ultra T Resmi Dipamerkan di Yogyakarta, Ini Harga dan Keunggulannya

Dirjen Puji: Lulusan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Miliki Peran Strategis dalam Ekosistem Haji dan Umrah

Dirjen Puji: Lulusan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Miliki Peran Strategis dalam Ekosistem Haji dan Umrah

Kloter Pertama Embarkasi Yogyakarta Resmi Tiba di Prince Muhammad bin Abdul Aziz Internasional Airport Madinah

Kloter Pertama Embarkasi Yogyakarta Resmi Tiba di Prince Muhammad bin Abdul Aziz Internasional Airport Madinah

Singgih Januratmoko; Embarkasi Haji Yogyakarta Mampu Gerakkan Ekonomi Barat DIY

Singgih Januratmoko; Embarkasi Haji Yogyakarta Mampu Gerakkan Ekonomi Barat DIY

Jangan Ngeres! Ini Asal Nama ‘Tolpit’, Kue Tradisional Bantul yang Kini Jadi Warisan Budaya Takbenda

Jangan Ngeres! Ini Asal Nama ‘Tolpit’, Kue Tradisional Bantul yang Kini Jadi Warisan Budaya Takbenda

Komentar
Berita Terbaru